Berita

Foto: Repro

Politik

Viral, Emak-emak Pakai Kaos Jokowi 01 Marah Ketika Dihentikan Anggota TNI AU

SENIN, 21 JANUARI 2019 | 10:31 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Seorang emak-emak dengan menaiki sepeda motor tampak dihentikan oleh anggota provost TNI Angkatan Udara sesaat melintas gerbang pintu Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Penghentian emak-emak tersebut disebabkan tak lain karena memakai kaos bertulis Jokowi.

Bukannya mengindahkan perintah anggota TNI. Emak-emak itu justru marah-marah dan menghardik anggota TNI yang sedang bertugas.


"Ibu ini wilayah markas TNI. Tidak diperkenankan memakai kaos yang ada identitas pasangan calon presiden dan calon. Ini wilayah netral," ungkap salah seorang Anggota TNI menegur emak-emak tersebut dengan halus.

Bukannya mendapat jawaban sopan. Emak-emak itu menjawab dengan nada tinggi. "Sudah tahu," hardik emak-emak tersebut yang terekam dalam sebuah video kemudian viral di media sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) Novyan Samyoga, membenarkan video tersebut.

"Yang mengambil video itu, anggota provos Halim sendiri, dengan maksud akan dijadikan barang bukti penegakkan aturan netralitas. Namun tersebar di media sosial," ucap Novyan, sesaat lalu (Senin, 21/1) kepada redaksi.

Novyan menegaskan, TNI khususnya Angkatan udara demikian halnya juga kawasan militer tidak diizinkan  untuk menggunakan atribut peserta pemilu 2019 apapun.

"Tidak diizinkan pakai atribut paslon nomor 1 dan 2, juga atribut partai dalam komplek TNI," tegas Novyan.

Terkait insiden tersebut, Novyan mengimbau kepada anggota TNI AU untuk bersikap humanis.

"Anggota dalam video tersebut telah dilakukan tindakan oleh pimpinannya," demikian Novyan. [jto]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya