Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bawaslu Telaah Temuan Tabloid "Indonesia Barokah"

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 17:06 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung langsung menelusuri temuan tabloid "Indonesia Barokah" di salah satu mesjid di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Hari Jumat (18/1) itu kami mendapat kabar ada tabloid yang disebar di mesjid dari salah seorang warga. Panitia pengawas kecamatan (Panwascam) setempat pun langsung bergerak," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Januar Solehuddin dilansir RMOLJabar, Minggu (20/1).

Januar menegaskan, jajarannya juga sempat mendatangi salah satu kantor pos di mana sesuai informasi dari warga tabloid itu diduga dikirim ke masjid tersebut melalui jasa pos.


"Tapi di kantor pos dugaan tabloid masih menumpuk (belum disebar) itu tak ada. Kami perkirakan tabloid ini hanya diterima di satu mesjid (Margaasih) saja," ungkap Januar.

Disinggung terkait konten di dalam tabloid yang seolah menyudutkan salah seorang kandidat di Pilpres 2019, Januar mengaku pihaknya hingga kini sedang melakukan telaah.

"Tapi hasil analisa sementara tabloid itu tidak memiliki unsur kampanye berupa citra diri seperti tertuang di pasal 1 poin 35 UU no 7/2017 tentang Pemilu," tegas Januar.

Meski begitu, lanjut Januar, Bawaslu setempat tetap membuka pintu kepada pihak pihak yang berniat melaporkan atas temuan ini bila memang dirasa merugikan.

"Sesuai UU nomor 7/2017 pasal 103 poin a Bawaslu Kabupaten/ Kota berwenang menerima laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pemilu," tandas Januar.

Sebelumnya, usai debat Pilpres 2019 tabloid berisi konten diduga serangan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno muncul di Kabupaten Bandung.

Tabloid dengan nama "Indonesia Barokah" bertagline 'Membumikan Islam Rahmatanlil Alamin' itu ditemukan di Masjid Ukhuwwah Margaasih Residen, Kecamatan Margaasih. [jto]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya