Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Capres Bukan Jangkrik

MINGGU, 20 JANUARI 2019 | 09:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEJAK presiden Indonesia dipilih langsung oleh rakyat muncul suatu fenomena baru di panggung politik meniru Amerika Serikat yaitu para capres dan cawapres dipaksa berdebat ditayangkan media televisi demi menyambut Pilpres sebagai komoditas industri hiburan yang laris manis diperjualbelikan.

Komersil

Sebagai produk hiburan industri ekonomi kreatif, jelas bahwa nilai acara debat capres dan cawapres luar biasa positif dan konstruktif.


Secara komersial, pihak yang diuntungkan adalah perusahaan konsultan politik yang menjual jasa mempersiapkan para capres dan cawapres untuk berlaga di medan debat.

Namun yang paling diuntungkan adalah para stasiun televisi yang menjual kapling iklan dengan tarif luar biasa fantastis namun pasti dibeli oleh para pemasang iklan yang meyakini bahwa acara debat capres pasti banyak ditonton pemirsa.

Setahu saya para capres dan wapres yang dipaksa tampil sebagai para mahabintang panggung debat justru sama sekali tidak memetik keuntungan komersial dari acara debat capres dan cawapres sebab para beliau sama sekali tidak memperoleh honor.

Skor

Menarik adalah perangai para beliau yang dianggap atau menganggap diri sebagai pengamat, analisawan sampai ilmuwan politik terkesan tidak jauh beda dari sepak terjang para fans dan supporters tim sepakbola atau jangkrik yang akan diadu di gelanggang laga.

Sebelum debat para beliau sibuk membuat analisa praduga dan setelah debat sibuk melontarkan komentar mulai dari yang rasional sampai emosional, mulai dari yang masuk sampai ke luar akal terhadap apa yang telah terjadi di panggung debat.

Bahasa tubuh sampai frekuensi kedipan mata ikut dinilai. Bahkan ada yang sibuk membuat skor tentang siapa yang menang yang dengan sendirinya juga tentang siapa yang kalah kecuali apabila skor adalah seri 1-1, atau 2-2 atau bahkan 0-0 seolah kualitas daya debat bisa diukur secara akurat seperti kuantitas masukan bola ke gawang atau hantaman tinju yang tepat mengena di wajah lawan.

Sejauh pengetahuan saya tidak pernah ada yang jatuh terkapar alias total K.O di arena laga adu mulut kecuali jika ada yang sebelumnya menderita demam panggung eksesif sehingga minum obat penenang terlalu banyak melebihi dosis sewajarnya.

Bukan Jangkrik

Seharusnya penyelenggaraan debat antara para capres dan cawapres jangan sampai meleset dari sasaran tujuan yang sebenarnya yaitu memberi kesempatan bagi rakyat untuk memilih pilihan yang tepat menurut selera masing-masing demi menentukan siapa layak menjadi presiden pada masa bakti selanjutnya.

Perlu pula disadari bahwa pada kenyataan sebenarnya rakyat tidak membutuhkan presiden yang pintar debat namun presiden yang mau dan mampu tulus mengabdikan bahkan mengorbankan diri bagi kepentingan negara, bangsa dan rakyat.

Bukan sebaliknya negara, bangsa dan rakyat dikorbankan untuk kepentingan presiden. Yang sudah pasti fakta  tak terbantahkan adalah pada hakikatnya para calon presiden dan calon wakil presiden sebenarnya  bukan para jangkrik untuk diadu di gelanggang laga. [***]


Penulis adalah rakyat yang mendambakan kepala negara yang tulus mengabdi bagi kepentingan negara, bangsa dan rakyat

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya