Berita

Ray Rangkuti (dua dari kiri)Net

Politik

Ray Rangkuti: Penyebaran Hoax Berpengaruh Terhadap Elektabilitas Capres

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 18:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penyebaran informasi bohong alias hoax berpengaruh terhadap elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden. Terutama bagi paslon yang dianggap ikut menyebarkan hoax tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti dalam diskusi "Hoax, Integritas KPU dan Ancaman Legitimasi Pemilu" yang digelar Institut Demokrasi Republikan di kawasan Cikini, Jumat (18/1).

Ray mencontohkan kasus yang terjadi pada penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet dan tujuh kontainer berisi surat suara pemilu yang telah tercoblos. Kabar yang belakangan disebut hoax itu, dipandang merugikan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


"Pasangan nomor urut 02 beberapa kali terasosiasi bahwa seolah-olah kubu tersebut memproduksi hoax dari persoalan Ratna sampai surat suara tercoblos. Ini sedikit banyak menjadikan stagnansi elektabilitas," ujar Ray.

Jelas Ray, elektabilitas paslon Prabowo-Sandi sempat naik pada November 2018. Namun, kemajuan itu tidak berlangsung lama setelah hoax yang menyudutkan pasangan Jokowi-Ma'ruf muncul.

Meski begitu, lanjut dia, sebagai "korban", pasangan nomor urut 01 tidak mendapat keuntungan banyak, terlebih melonjaknya tingkat keterpilihan.

"Walaupun 01 pulih kembali, sepertinya setelah tiga bulan cenderung agak turun, karena diterpa isu-isu. Sekarang relatif naik di angka 1-2 persen," jelas Ray.

Lebih lanjut, dia berharap masyarakat melawan produksi dan penyebaran hoax, bukan malah berperan serta. Karena aktor politik yang menggunakan cara-cara ini, biasanya cenderung korup atau hendak menyalahgunakan jabatan.

"Narasi yang merusak negeri itu dibangun mereka (politisi) yang menggunakan hoax dan politik identitas. Dia tidak bisa dipilih dan tidak patut untuk mendapatkan amanat negeri," demikian Ray.

Adapun selain diskusi, turut digelar deklarasi pemilu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil) oleh Gerakan Satu Indonesia. Mereka pun berharap pesta demokrasi berlangsung aman, damai, serta berintegritas tanpa hoaks.

"Juga mengimbau agar masing-masing kontestan sama-sama menjaga harmoni politik di Pemilu 2019," kata Endah, perwakilan Gerakan Satu Indonesia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya