Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

DEBAT PILPRES 2019

Fahri: Kayak Anak Sekolah, Tidak Simak Pertanyaan, Malah Sibuk Lihat Kerpekan

JUMAT, 18 JANUARI 2019 | 07:47 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Debat perdana capres-cawapres dinilai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah lebih mirip cerdas cermat anak sekolah.

Dia pun mengkritik KPU yang seakan tidak mampu menyelenggarakan debat tersebut. Padahal, kata Fahri, debat adalah hal sangat penting bagi kedua pasangan calon.

"Apa tidak malu melihat debat yang mirip cerdas cermat anak SMP dan SMA?" kata Fahri, kemarin (17/1).


Fahri pun kecewa dengan tingkah laku peserta debat yang seakan hiraukan pertanyaan, justru disibukkan dengan kerpekan (bocoran jawaban).

"Coba lihat deh, kandidat tidak menyimak pertanyaan dan sangkalan karena sibuk membaca kerpekan. Lalu waktu menjawab tidak nyambung. Tapi karena jawaban capres kita anggap oke-oke saja," tutur Fahri.

Ke depan dalam 4 gelaran debat berikutnya , Fahri meminta KPU untuk mengubah beberapa hal .  Salah satunya yakni capres-cawapres tidak perlu diberikan bocoran pertanyaan.

"Calon presiden tidak perlu dibantu atau dilindungi dalam debat. Biarkan mereka ditelanjangi oleh kata-kata mereka sendiri. Mereka jangan lagi membaca tulisan orang. Biar keluar apa yang sebenarnya ada dalam kepala, dalam hati dan dalam impian mereka. Jangan dibela!" tegas Fahri.

Selain kerpekan dan bocoran pertanyaan, Fahri juga mengkritik moderator debat perdana kali ini.

Fahri merasa heran moderator meminta pasangan capres-cawapres untuk saling memuji dalam sesi closing statement.

"Setop sandiwara ini. Rakyat jangan dibodohi. Kosa kata yang keluar dari moderator ini kayak anak-anak. 'Mohon capres mengucapkan pujian kepada calon lain ya dan menyampaikan pesan damai.' Maksudnya apa sih? Memang rakyat rusuh apa? Di bawah santai saja kok," demikian Fahri. [jto]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya