Berita

Ma'ruf Amin/Net

Politik

Mbah Yai Kok Ngomongnya Makin Ngalor Ngidul

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 19:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

"Mbah Yai, kok makin ngalor ngidul ngomongya ya... lama-lama kasian sama yai. Di usia senja jadi bulan-buanan. Di lapak sono kagak dianggap juga."

Twitt akun @hayabus 87500399 di atas menanggapi twitt @maspiyuu. Akun itu menulis, "Kasian Mbah Kyai jadi cemoohan warganet. Ma'ruf Amin klaim kasus HAM bisa selesai jika Jokowi presiden lagi."

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meyakinkan jika kasus pelanggaran HAM masa lalu akan dituntaskan Jokowi jika terpilih kembali menjadi presiden. Hal itu disampaikan Ma'ruf ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).


"Makanya harus ada periode kedua biar persoalan (HAM) bisa selesai, betulkan?" ucap Ma'ruf.

Banyak netizen yang geram dengan pernyataan Ma'ruf itu. Akun @budiwidgdo2 tak habis pikir dengan Ma'ruf. Jokowi sudah hampir 5 tahun menjadi kepala pemerintahan dan kepala negara tetapi kasus HAM masa lalu belum juga tuntas.

"Masih jualan janji? Ini sih sudah lewat waktunya kasih bukti. Kalau masih ada yang percaya janji mukidi, munkin sudah waktunya cek ke psikolog," kicaunya.

Akun @dp_istiqomah memposting link berita dari salah satu portal nasional yang mengutip pengumuman fatwa soal pemimpin ingkar janji yang dibuat MUI tahun 2015 lalu ketika Ma'ruf memimpin lembaga itu. Inti dari fatwa itu adalah, pemimpin publik yang tidak melaksanakan janji kampanye adalah berdosa dan tidak boleh dipilih kembali.

"Warganet kok gak sopan yach. Mencemooh orang yang sudah sepuh itu wajar kalau ngomongnya kadang ngelantur kadang pikun. Untuk itu besok gak usah dipilih..," tulis @quinna_azzahwa.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya