Berita

Ferdinand Hutahean/Net

Politik

Jubir Demokrat: Keterangan Munir Sangat Kuat, Tidak Ada Bukti Prabowo Langgar HAM

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 09:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus-kasus lama pelanggaran HAM mencuat jelang debat capres cawapres 2019 yang akan digelar nanti malam (Kamis, 17/1).

Teranyar, beredar rekaman video wawancara aktivis KontraS, almarhum Munir Said Thalib bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Dalam cuplikan video berdurasi 3 menit 43 detik itut, Munir mengatakan bahwa KontraS akan menyeret mantan Panglima ABRI, Wiranto ke pengadilan atas tuduhan dalang kerusuhan '98 sebagaimana putusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP).


Menurut Munir, Prabowo Subianto berhak mendapatkan pengadilan agar tidak terjadinya tumpang tindih hukum dan memperjelas sejarah.

"Mengenai keterangan Munir tersebut, justru nilai kebenarannya sangat kuat," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi, Kamis (17/1).

"Betul bahwa hingga sekarang tidak ada yang mengadili Prabowo dan memutusnya telah melakukan pelanggaran HAM," sambungnya kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Ferdinand menekankan, sidang DKP yang berujung pencopotan Prabowo sebagai danjen Danjen Kopasus bukanlah terkait pelanggaran HAM.

"Akan tetapi soal pelanggaran kode etik," terangnya.

Sebab itulah, Ferdinand berpendapat, siapapun tidak berhak menyebut Prabowo pelanggar HAM.

"Jadi sangat berbeda dan tidak boleh ada yang menyebut Prabowo sebagai pelanggar HAM," tukasnya.[wid] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya