Berita

Jokowi/Net

Politik

Mahasiswa Tuntut Jokowi Serius Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 03:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, seperti penculikan aktivis di tahun 1998 harus serius ditangani oleh Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya.

Penuntasan kasus ini tidak hanya memberi keadilan bagi para keluarga korban, tapi juga bisa menjadi pembuktian Jokowi benar-benar menegakkan hukum.

“Jika di akhir periode Jokowi bisa menuntaskan kasus ini, maka akan menjadi legacy baginya,” terang Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli HAM (Ampuh) Ahmad Nabil Bintang kepada wartawan, Rabu (16/1).


Sebagai langkah konkret, Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mendorong agar pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta Independen. Tim ini harus secara terang benderang mengungkap penculikan aktivis pro demokrasi yang terjadi di tahun 1997 hingga 1998. Kata dia, ada 23 aktivis yang dihilangkan secara paksa, 13 di antaranya masih belum diketahui nasibnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Ampuh, Habibullah menegaskan bahwa pihaknya akan mendatangi markas Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk menyampaikan tuntutannya itu. Dia berharap tuntutan itu dibawa dalam debat pilpres.

"Saya juga berharap Jokowi benar-benar serius menyelesaikan kasus ini. Karena ini untuk keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya korban dan keluarga korban penculikan," pungkas Ketua BEM Universitas Islam Jakarta itu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya