Berita

M, Iqbal/Net

Hukum

Polri Persilakan Novel Bersaksi Tentang Iwan Bule

KAMIS, 17 JANUARI 2019 | 00:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri membantah hasil laporan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi tentang pembiaran yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam kasus penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa Komjen Mochammad Iriawan yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Iwan Bule sapaan akrab Iriawan membantah telah mengetahui kabar Novel akan diserang. Dia juga mengaku tidak pernah menawarkan pengamanan pada Novel atas serangan yang disebut telah diketahuinya itu.


“Kami sudah periksa Pak MI, Kapolda metro pada masanya, Propam sudah periksa, hasilnya beliau sampaikan tidak pernah menyampaikan hal itu kepada saudara NB,” jelas Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/1).

Iqbal memastikan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Iwan Bule adalah resmi dan sesuai mekanisme di kepolisian.

Untuk itu, dia meminta kepada pihak-pihak luar untuk tidak berpolemik di ranah publi.

“Silakan saudara NB hadir di Polda, sebutkan dan tuangkan ke penyidik Polda Metro. Hadir akan kami periksa dan menjadi petunjuk, kami akan dalami dan kejar, dengan pembuktian yang ilmiah,” pungkas Iqbal.

Laporan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyebut bahwa Iriawan sempat memberi peringatan kepada Novel. Laporan ini pun menyimpulkan bahwa pihak kepolisian tidak mengambil tindakan apapun untuk mengantisipasi serangan.

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi sendiri terdiri dari YLBHI, LBH Jakarta, Kontras, Lokataru Foundation, ICW, LBH Pers, PSHK, dan Pusat Studi Konstitusi. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya