Berita

Politik

Kesulitan Menyusun Pertanyaan Debat Pilpres 2019 Sama Seperti 2014

RABU, 16 JANUARI 2019 | 19:36 WIB | LAPORAN:

Panelis menghadapi kesulitan dalam merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk debat perdana calon presiden-wakil presiden.

"Yang pasti tingkat kesulitannya seperti Pilpres 2014," kata Hikmahanto Juwana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/1). Hikmahanto adalah satu dari enam orang yang ditunjuk sebagai panelis debat Pilpres 2019.

Kesulitan pertama, kata Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia itu, pertanyaan harus relevan dengan kondisi masyarakat? Hikma memastikan bahwa pertanyaan yang diberikan relevan dengan kondisi Indonesia saat ini dan relevan dengan visi-misi yang disampaikan oleh paslon.


"Pertanyaan ini relevan dengan keadaan yang ada di Indonesia dan relevan visi misi yang disampaikan oleh paslon, begitu, jadi itu kita coba rumuskan baru setelah itu tahap berikutnya adalah kita bertemu dengan para moderator karena moderator kan akan menyampaikan," papar Hikma.

"Karenakan apapun jawaban itu untuk kepentingan masyarakat pemilih. Jadi merumuskan pertanyaan itu ternyata ya memang sulit," ungkap dia.

Pertanyaan yang disiapkan untuk capres-cawapres, kata dia, juga tidak cenderung menguntungkan salah satu pasangan calon.

"Yang kedua adalah sulit itu juga karena kita tidak ingin pertanyaan itu bisa menguntungkan salah satu pihak. Kita ingin memastikan bahwa apapun pertanyaan yang disampaikan itu memang bisa dijawab oleh para pihak tanpa salah satu merasa diuntungkan, dipojokkan dan lain sebagainya," tutur pria yang mendapat gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Nottingham, Inggris, tahun 1997 lalu ini.

Kesulitan lainya, kata Hikma, pertanyaan dari tiap panelis tidak sama.

"Nah yang ketiga adalah sebenernya pada waktu kita mau merumuskan pertanyaan apakah kita satu satu menulis dan sebagainya. Lalu muncul ide bahwa sebenarnya pertanyaan dari tim panelis bukan individu, tapi prosesnya harus di mulai dari individu. Jadi waktu itu misalnya kita brainstorming, setelah itu masing-masing membuat pertanyaan," kata dia.

"Lalu ada berapa pertanyaan ada yang 45 pertanyaan ada yang 27 pertanyaan, macam-macam lah lalu dinaikkan dikumpulkan, nanti dilihat mana yang sama, itu akan dibuat satu kelompok mana yang beda dan lain sebagainya," lanjut Hikma.

Kemudian kata Hikma, dirinya dengan panelis lain mengulas kembali pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan pertanyaan yang diberikan dapat dipahami baik oleh pasangan calon maupun publik.

"Baru setelah itu kita mengulas pertanyaan pertanyaan itu untuk memastikan tadi bahwa pertanyaan ini mudah dipahami oleh publik mudah dipahami oleh paslon sehingga nantinya mereka bisa menjawab dengan baik," kata Hikma.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya