Berita

Hikmahanto Juwana/Net

Politik

DEBAT PILPRES

Kembali Jadi Panelis, Hikmahanto Juwana Kali Ini Hanya Duduk Manis

RABU, 16 JANUARI 2019 | 15:29 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memilih enam panelis untuk debat perdana Pilpres 2019. Salah satu panelis tersebut adalah gurubesar Hukum Internasional di Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana.

Debat perdana capres dan cawapres digelar pada Kamis besok (17/1) dengan tema bidang hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi dan terorisme.

Kepada redaksi, Hikmahanto bercerita memiliki kisah menarik di balik dirinya terpilih kembali menjadi panelis debat pilpres tahun ini. Pasalnya, pada debat Pilpres 2014 lalu, dia juga menjadi panelis bahkan sekaligus moderator. Namun untuk pilpres kali ini dia hanya jadi panelis.


"Yang pasti saya tidak ada motivasi apapun, itukan yang menilaikan tim sukses, artinya saya tidak tahu prosesnya di KPU seperti apa, apakah timses masing-masing yang memunculkan nama lalu disetujui timses lainnya, atau KPU yang memunculkan nama-nama itu untuk disetujui oleh timses," kata Hikmahanto, Rabu (16/1).

"Saya sendiri tidak tahu tapi yang saya tahu saya memang diminta, meskipun dalam hati saya sebelum saya diminta dalam panelis ini, saya sebenarnya sempet bilang ke istri saya, kalau saya disuruh jadi moderator saya tidak mau lagi. Kenapa saya tidak mau bilang gak mau lagi? karena stressnya luar biasa," ungkapnya.

Lanjut Hikmahanto, keputusan tidak ingin kembali menjadi moderator lantaran kekhawatirannya akan penilaian publik seperti saat debat Pilpres 2014.

"Pada waktu 2014 itu deg-degan karena terpikirkan bagaimana nanti publik terutama netizen akan berkomentar terhadap performa saya, bagaimana nanti timses mungkin akan menuduh saya tidak netral, seperti itukan. Kekhawatiran seperti itu yang pada waktu itu karena saya panelis debat ketiga saya melihat yang pertama, kedua ada komentar-komentar," tuturnya.  

"Ya saya harus mewaspadai itukan meskipun teman-teman media waktu itu bilang bahwa saya sering muncul di TV, jadi ini sesuatu yang biasa. Tetapi saya bilang kalau saya jadi moderator, saya ini seperti mereka, mereka itu dalam artian anchornya yang bertanya, memastikan soal waktu dan lain sebagainya ya beda, artinya saya perlu di-coaching dan macam-macam. Sehingga waktu itu stressnya sedemikian luar biasa," lanjut jebolan PhD dari University of Nottingham, Inggris ini.

Bahkan, Hikmahanto sempat mengalami sakit asam urat lantaran stress karena ditunjuk sebagai moderator saat itu. Sehingga akhirnya, dia memilih hanya untuk sebagai panelis untuk pilpres kali ini.

"Kan waktu itu empat hari hampir seminggu saya berusaha bahwa saya diminta dan disuruh jadi tampil dalam moderator jadi mempersiapkan dan lain-lainnya. Nah, baru akumulasinya setelah selesai jam 11 itu besok paginya asam uratnya muncul, saya punya asam urat dan kalau stress ya keluarkan asam uratnya," ungkapnya menceritakan saat Pilpres 2014 lalu.

Untuk debat pertama Pilpres kali ini, Hikmahanto ditunjuk hanya sebagai seorang panelis yang bertugas merumuskan pertanyaan, dan tidak perlu tampil kembali di muka umum. Sementara moderatornya ditunjuk kepada dua jurnalis yakni Ira Koesno dan Imam Priyono.

"Waktu saya ditelepon sebagai panelis, terus saya telepon balik lagi ke temen KPU yang mengkontak saya, "ini panelis ini bukan, moderatorkan?". "Oh bukan Prof, karena moderatornya dari media". "Oh, ya sudah kalau gitu saya mau". Karenakan cuma merumuskan pertanyaan tidak perlu tampil, makanya saya bilang oke saya mau," ungkapnya.

"Saya pikir, haduh saya inikan bukan yang profesional jadi anchor, bagusnya memang teman-teman medialah karena mereka terbiasa dengan hal seperti ini, kalau kitakan kadang-kadang waduh antara iya bisa atau tidak bisa tentu kita akan melakukan hal yang sebaik-baiknya lah gitu," ujar Hikmahanto menambahkan.

Debat pertama yang akan berlangsung besok, Hikmahanto tidak akan tampil, melainkan menyaksikan seluruh pertanyaannya bersama lima panelis lain yang diberika kepada moderator.

"Hari H besok itukan kami yang jadi panelis ini tidak melontarkan pertanyaan, tapi kita duduk manis karena pertanyaan itu sudah kita sampaikan ke moderator, oleh moderator nanti yang disampaikan kepada paslon, kira-kira seperti itu," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya