Berita

Jokowi-JK/Net

Politik

Miskomunikasi Jokowi-JK Jangan Sampai Terulang Di Periode Mendatang

RABU, 16 JANUARI 2019 | 13:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Miskomunikasi yang sering terjadi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turut berdampak kepada psikologi rakyat yang dipimpinnya.

Yang baru saja terjadi misalnya pandangan mengenai dukungan alumni kampus kepada pasangan capres. Jokowi menyatakan penting dukungan alumni perguruan tinggi, sementara JK menyebut jika alumni kampus mendukung capres jangan membawa nama almamaternya.

Sejak awal memimpin pada 20 Oktober 2014, keduanya kerap memiliki perbedaan pendapat dalam banyak hal.


Menanggapi hal itu, pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Jerry Massie memandang bukan hal biasa dari duet kepemimpinan jika terus terjadi miskomunikasi.

"Miscommunication dan misunderstanding biasa terjadi tapi kalau sudah keseringan bukan biasa lagi itu," kata Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/1).

Dia berharap miskomunikasi dalam kepemimpinan Jokowi-JK ini jangan sampai terjadi lagi di periode berikutnya termasuk jika Jokowi terpilih kembali.

Pasangan Jokowi pada Pilpres 2019 adalah ulama sepuh KH. Ma'ruf Amin. Duet Jokowi-Ma'ruf jika terpilih tentu harus bisa menyempurnakan duet Jokowi-JK dalam hal komunikasi.

"Iya saya berharap hal kayak gini tidak terjadi lagi sama pasangan Jokowi-Ma'ruf. Karena kunci keberhasilan dalam suatu kepemimpinan tergantung pada komunikasi dua arah baik verbal maupun non verbal," bebernya.

Pernyataan Ma'ruf soal Esemka bisa disebut sebagai bentuk awal miskomunikasi pasangan ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya