Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Jaman Gelap

RABU, 16 JANUARI 2019 | 08:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JIKA ada sebutan Jaman Now dan Jaman Out maka ada pula sebutan   Jaman Gelap.

Kegelapan

Istilah Jaman Gelap berasal dari bahasa Latin: saeculum obscurum yang digunakan Caesar Baronius pada tahun 1602 untuk melukiskan suasana kegelapan pada periode abad X dan XI .


Baronius berupaya mengungkap karakter Jaman Gelap sebagai akibat  minimnya karya-karya pemikiran sebagai sinar-sinar yang mencerahkan peradaban Eropa.

Istilah Jaman Gelap menjadi popular justru pada abad XVIII yang disebut sebagai Jaman Cerah ibarat peribahasa Habis Gelap Terbitlah Terang .

Para sejarawan abad XXI cenderung membatasi kurun waktu Jaman Gelap pada abad V sampai dengan XV saja demi menghindari kesan pelecehan terlalu berlebihan terhadap Jaman Gelap .

Kontroversi

Kenyataan suasana kehidupan masyarakat Eropa pada Jaman Gelap memang dapat dipastikan lebih gelap ketimbang abad XX akibat teknologi listerik dan lampu pijar memang belum hadir.

Wabah penyakit membinasakan ratusan ribu manusia akibat higienitas memang buruk dan vaksin belum ditemukan.

Pemburuan manusia bahkan hukuman mati atas kriminalisasi blasfemi merajalela. Kesenjangan sosial  diperparah oleh perilaku hedonis eksesif feudalisme. Yang dibasmi habis alih-alih kemiskinan malah orang miskin yang dianggap sampah masyarakat oleh kaum kayaraya.

Namun baik-buruk sesuatu masa sebenarnya nisbi akibat subyektif tergantung siapa yang menilai dan dari aspek mana penilaian dilakukan.  Maka demi menghindari kontroversi , banyak pihak memilih menggunakan istilah Jaman Pertengahan ketimbang Jaman Gelap.

Hak Asasi Manusi Untuk Berfikir

Terlepas pro-kontra, layak diakui bahwa pada masa  yang disebut sebagai Jaman Gelap itu, kaum ulama Eropa dengan keyakinan religiusnya lebih berkuasa ketimbang kaum ilmuwan dengan semangat kecendekiawan yang dianggap menyesatkan manusia akibat daya kritis kaum cendekiawan meragukan segala-galanya termasuk  agama.

Sementara intelektualisme Islam subur tumbuh-kembang di Timur Tengah, hak asasi manusia untuk berpikir di Eropa terpasung.

Vonis pengadilan gereja yang ditimpakan kepada fisikawan, astronom dan filosof Italia, Galileo Galilei yang dipaksa mengorbankan segenap pemikiran ilmiah dirinya agar tidak dituduh merusak sukma kebenaran agama yang habis-habisan dilindungi secara hermetis dan dogmatis sampai titik darah penghabisan oleh kaum penguasa merupakan contoh pelanggaran hak asasi manusia untuk berpikir sebagai warisan masa yang disebut sebagai Jaman Gelap.

Penulis adalah pembelajar sejarah peradaban manusia

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya