Berita

Politik

DEMO PHK ILEGAL PERTAMINA

Pemimpin Zikir Pingsan, Istri Sopir Dan Kernet Menangis Terharu

RABU, 16 JANUARI 2019 | 00:53 WIB | LAPORAN:

Tangis haru pecah usai pengunjuk rasa didatangi Deputi IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo. Eko menyampaikan Istana akan menerima perwakilan demonstran dan berjanji akan menyelesaikan tuntutan mereka.

Eko mendatangi ratusan sopir dan kernet mobil tangki Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki, Selasa (15/1), sekira pukul 13.15 WIB. Para sopir dan kernet mobil tanki Pertamina itu sudah melakukan aksi selama 6 hari 5 malam di seberang Istana Negara. Mereka mambawa serta istri dan anak.

Eko datang bersama Yahya Tatang Badru Tamam yang juga dari Deputi IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi KSP dan Edi Suedi dari Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Setneg. Ketiganya datang di saat sebagian massa aksi melakukan aksi kubur diri dan menggelar zikir bersama.


Pemimpin zikir Ustaz Ujang Jumad pingsan tak sadarkan diri, sementara istri-istri AMT menangis terharu.

"Kami terkejut didatangi KSP dan Hublem Sekneg," kata perwakilan pengunjuk rasa Heri Sugara kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Massa AMT kemudian memutuskan membubarkan diri dan kembali ke Posko Juang di Plumpung. Keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan bersama Eko cs bahwa mereka akan diterima pihak Istana siang ini, Rabu (16/1).

"10 perwakilan kami akan diterima pihak Istana. Dalam rangka penyelesaian atas tuntutan-tuntutan kami," katanya.

Para AMT menuntut penyelesaian kasus PHK ilegal dan pemenuhan hak normatif mereka yang dirampas oleh PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin, dua anak perusahaan Pertamina. PHK dilakukan terhadap 1095 sopir dan kernet mobil tangki yang selama ini mendistribusikan BBM dari depo ke SPBU-SPBU milik Pertamina.

"Tetapi seandainya pertemuan siang nanti mereka ingkar janji, kami akan terus melakukan aksi," demikian kata Heri Sugari.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya