Berita

Politik

Debat Perdana Pilpres Bakal Kurang Berkualitas

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 23:28 WIB | LAPORAN:

Debat perdana calon presiden-wakil presiden pada 17 Januari 2019 diyakini tidak akan berkualitas. Pasalnya, debat tidak mempertanyakan kasus secara spesifik.

"Debat Pilpres tanpa mengangkat sebuah kasus spesifik hanya akan menjadi perdebatan seremonial yang bersifat normatif dan jauh dari susbtantif," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), M. Andrean Saefudin, Selasa (15/1).

Format debat seperti itu, menurut hemat dia, hanya akan menjadi kegiatan formalitas belaka dan tidak mampu menjawab atensi publik terhadap isu-isu spesifik tersebut.


Dia mengatakan publik berhak tahu langkah konkret dua pasangan capres terkait upaya memberantas maraknya mafia peradilan, penuntasan kasus BLBI, Century, korupsi mega proyek Meikarta yang melibatkan korporasi dan pejabat pemerintah termasuk adanya dugaan keterlibatan Mendagri, teror terhadap institusi KPK, aktor intelektual pembunuhan Munir yang masih berkeliaran, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Respons masing-masing kandidat atas sejumlah kasus spesifik tersebut, tambahnya, menjadi satu parameter yang menunjukkan seberapa besar komitmen dan rekam jejak yang dimiliki pasangan calon. Ketika tidak ada pembahasan yang bersifat kasuistik maka kandidat akan mengeluarkan argumen yang normatif dan retoris.

"Visi misi isi capres harus diuji dan dihadapkan dengan kasus-kasus yang terjadi di republik ini. Perlu diingat KPU adalah Komisi Pemilihan Umum, bukan penjaga moral publik," tukas M. Andrean Saefudin.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya