Berita

Foto: RMOL

Politik

Buruh AMT Kecewa, Pertemuan Dengan Orang Istana Ternyata Obrolan Biasa

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 16:37 WIB | LAPORAN:

Setelah berhari-hari berunjuk rasa di tengah guyuran hujan, perwakilan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina akhirnya diterima masuk Istana Negara.

"Tepat pukul 11.00 tadi kami diminta menyiapkan perwakilan sebanyak sembilan orang. Dari depot Plumpang tiga orang, Lampung, Tegal, Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya dan Makassar," ujar Jurubicara AMT, Ariwiyono melalui pesan singkat yang diterima redaksi, sesaat lalu (Selasa, 15/1).

Sementara ratusan anggota AMT lainnya melakukan doa bersama di tenda, yang berdiri tepat seberang Istana.


"Jam 11.35 baru kami dipersilakan masuk," lanjut Aris.

Ia melihat yang sudah hadir di sana antara lain dari Deputi Hubungan Antarlembaga Sekretaris Negara, humas Pertamina, humas Pertamina Patra Niaga, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara, serta Kapolres Jakarta Pusat.

"Kami berharap penuh di pertemuan ini ada kejelasan, ada kepastian hukum terhadap 1.095 awak mobil tangki PHK ilegal 20 bulan yang lalu," pintanya.

Namun yang ada justru kekecewaan. Menurut Aris, pertemuan itu sebatas tahap obrolan biasa bukan penyelesaian sebagaimana tuntutan AMT.

"Walaupun deputi hublem akan mengagendakan kembali pertemuan lanjutan mingu depan, tetap kami tidak merasa puas sebagai rakyat dan buruh di lingkungan kerja plat merah Pertamina," tegas Aris.

Maka dari itu pihaknya bersepakat untuk pulang ke posko juang Serikat Pekerja AMT Plumpang dengan cara long march dan menyalakan obor.

"Sesuai kesepakatan awal bersama seandainya tetap tidak ada kejelasan hukum kami akan mengelilingi depo TBBM Plumpang dengan 1.095 obor kita nyalakan," ujarnya.

Aris menekankan ini sudah batas akhir kesabaran AMT. [wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya