Berita

Tokoh bangsa Dr. Rizal Ramli/RMOL

Politik

PEMILU 2019

RR: Tolong Larang Orang Gila Memilih, Nanti Jadi Bahan Tertawaan

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 14:59 WIB | LAPORAN:

. Langkah KPU yang membolehkan penderita gangguan mental untuk memilih pada Pemilu 2019 bisa menjadi bahan tertawaan bangsa lain. Para pemangku kepentingan diminta untuk segera menghapus kebijakan itu.

Tokoh bangsa Dr. Rizal Ramli mengkritisi kebijakan KPU tersebut. Menurut dia, membolehkan orang gila untuk menggunakan hak pilih dalam ajang pesta rakyat merupakan keputusan yang sangat lucu.

"Sebetulnya itu lucu luar biasa kok orang gila dikasih hak suara," kata RR dalam diskusi bertajuk "Refleksi Malari: Ganti Nahkoda Negeri?" di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).


Diskusi ini juga dihadiri pembicara lain yaitu Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Amien Rais (mantan Ketua MPR), dan Syarwan Hamid (mantan Mendagri).

Lanjut RR, anak-anak yang usianya di bawah 17 tahun tidak boleh diberikan kesempatan untuk memilih. Sebab usia itu dianggap rentan akan pengaruh orang lain, karena pendirian mereka tidak kokoh alias masih labil.

Adapun orang gila, lanjut RR, statusnya lebih labil lagi daripada anak di bawah anak 17 tahun.

Makanya, dia berharap agar para pemangku kepentingan seperti KPU, Bawaslu, dan Kementerian Dalam Negeri untuk segera menghapus kebijakan tersebut.

"Karena yang gini-gini merusak image Pemilu yang adil. Sahabat saya Mas Tjahjo (Mendagri), KPU dan lain-lain, tolong hentikan orang gila ini. Batalkan karena kita akan jadi bahan tertawaan. Orang gila dimana di dunia yang ada hak suara," pungkas RR. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya