Berita

Foto: Humas BNN

Hukum

BNN Gagalkan Penyelundupan 72 Kg Dari Malaysia Menuju Aceh

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 10:46 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengggagalkan penyelundupan narkoba di Wilayah Nangroe Aceh Darussalam.

Satgas Operasi BNN yang bekerja sama dengan Bea Cukai menangkap dan mengamankan kapal dengan tiga anak buah kapal (ABK) yang diduga membawa narkotika di perairan antara Lhoksukon Aceh Utara dan Langsa.

Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Polisi Arman Depari, dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti narkotika sebanyak 72 bungkus.


"Mereka sembunyikan di bawah kemudi yaitu dari 70 bungkus Sabu dan 2 bungkus ektasi yang berat totalnya adalah 72 kg" kata Irjen Polisi Arman Depari kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (15/1).

Menurut Arman, barang haram ini dibawa dari Malaysia untuk selanjutnya diserahterimakan antar kapal di tengah laut perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Narkotika tersebut akan ke Aceh dengan menggunakan kapal kayu bernama KM Karibia.

Adapun barang bukti lain yang disitta BNN di antaranya satu unit kapal kayu karibia, GPS dan alat navigasi lainnya, telepon genggam, telepon satelite dan sejumlah barang lain.

Seluruh kegiatan penyelundupan narkoba ini dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Tanjung Gusta Medan atas nama Ramli.

Rencana, jam 14.00 WIB ini, BNN akan melakukan konferensi pers di Kantor Bea Cukai Belawan, Medan. [wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya