Berita

M. Iqbal/Net

Hukum

Alasan Polri Belum Ungkap Petunjuk Menarik Teror Pimpinan KPK

SELASA, 15 JANUARI 2019 | 00:35 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pihak Kepolisian masih enggan membeberkan petunjuk menarik dalam kasus teror terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya masih membutuhkan rangkaian teknis penyidikan dan mengecek ulang dugaan yang telah dilakukan.

"Petunjuk menarik, ada beberapa orang yang diduga terkait peristiwa itu, tapi kita tidak buru-buru menyimpulkan,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/1).


Adapun petunjuk menarik yang sempat disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu masih didalami. Petunjuk itu, tidak hanya berupa wajah korban, tapi juga sejumlah temuan lain di lapangan. Baca: Teror Bom Pimpinan KPK, Kapolri: Ada Petunjuk Menarik

"Ada petunjuk menarik kata Bapak Kapolri, sedang kita dalami. Ada memang wajah, ada juga petunjuk lain, kita sedang dalami itu," tegasnya.

Kata mantan wakapolda Jawa Timur itu, petunjuk sengaja belum diungkap ke publik karena bisa mengganggu proses penyelidikan.

"Ketika kami buka ke publik bisa mengganggu proses penyelidikan ini," pungkas alumnus Akpol 1991 itu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya