Berita

Politik

Prabowo: Petani Sedih Banjir Impor Saat Panen

SENIN, 14 JANUARI 2019 | 21:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Impor berbagai komoditas disinggung calon presiden nomor urut 02 dalam pidato kebangsaan 'Indonesia Menang'. Prabowo mengaku dalam kunjungannya ke beberapa daerah dirinya bertemu petani-petani yang bersedih karena ada impor saat mereka panen.

"Saya juga baru datang dari Klaten, di situ petani-petani beras bersedih karena saat mereka panen, beberapa bulan yang lalu banjir beras dari luar negeri!" kata Prabowo di hadapan pendukungnya, di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam.

Prabowo mengatakan kesedihan yang sama juga dialami petani tebu. Penyebabnya sama: gara-gara impor.


"Saya juga baru-baru ini dari Jatim, di sana banyak petani tebu yang bersedih karena saat mereka panen, banjir gula dari luar negeri," ucap Prabowo.

Kesulitan juga dialami petani garam akibat membanjirnya garam impor di pasaran. Prabowo heran bahan-bahan pokok yang bisa diproduksi di dalam negeri didatangkan dari luar negeri.

"Kita impor semua bahan-bahan pangan yang mampu diproduksi oleh rakyat kita sendiri. Saudara-saudara, kadang-kadang kita heran apakah ada pemerintah yang seperti sekarang, seolah-olah membiarkan rakyatnya sendiri, tidak dibela? Saudara-saudara sekalian, inikah negara yang kita cita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa kita?" kata Prabowo.
Prabowo juga mengungkapkan saat ini ibu-ibu mengeluh harga-harga sudah tidak terkendali dan tidak terjangkau.
"Harga telur, harga daging, harga beras sudah sangat berat dirasakan oleh rakyat kita. Bagaimana bisa di republik ini harga gula tiga kali lebih mahal daripada harga dunia!" katanya..[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya