Berita

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan/RMOL

Politik

PENYAMPAIAN VISI MISI DI TELEVISI

KPU Belum Bisa Simpulkan Jokowi Melakukan Pelanggaran Pemilu Atau Tidak

SENIN, 14 JANUARI 2019 | 13:51 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno membahas beberapa isu terkini. Salah satu yang dibahas adalah tentang penyampaian visi misi yang dilakukan oleh Capres petahana, Joko Widodo di lima stasiun swasta, Minggu (13/1).

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan masih enggan menanggapi lebih jauh tentang penyampaian visi misi itu masuk dalam kategori pelangaran Pemilu atau tidak. Pihaknya masih ingin mendalaminya.

"Ini juga kita akan bahas itu. Kita belum bisa menyampaikan, Saya terus terang, saya belum nonton tayanganya," kata dia di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1).


Berdasarkan Pasal 1 UU 7/2017 tentang Pemilu, pemaparan visi misi merupakan salah satu bagian dari kampanye.

"Kampanye itu kan bagian kegiatan yang dilakukan peserta Pemilu melalui kegiatan pemaparan visi misi program dan citra diri untuk meyakinkan pemilih. Itu kategori kampanye," tegas Wahyu Setiawan.

Lebih lanjut, Peraturan KPU (PKPU) tentang kampanye Nomor 23/2018 dan Nomor 23/2018 disebutkan bahwa iklan kampanye di media massa hanya boleh dilakukan pada 23 Maret-13 April 2019. Iklan di media massa itu pun harus difasilitasi oleh KPU.

Meski demikian, Wahyu Setiawan kembali menekankan bahwa pihaknya belum bisa menyatakan bahwa acara yang disiarkan disiarkan oleh Jak TV, SCTV, Indosiar, Net TV pada pukul 21.00 WIB dan TV One pada pukul 22.00 WIB semalam itu merupakan pelangaran Pemilu atau bukan. Sebab untuk itu, pihaknya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak Bawaslu dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Kan belum tentu. Kan ada yang bersifat pemberitaan kampanye, ada yang iklan kampanye, kami sudah membuat gugus tugas, KPU, Bawaslu, KPI. Karena terkait dengan kampanye di media massa, media tv, radio, itukan memang kami sudah punya gugus tugas. Nanti kita akan rembuk," pungkasnya. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya