Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Cerita Panji Melanglang Buana

JUMAT, 11 JANUARI 2019 | 07:50 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA menyelenggarakan pergelaran kesenian Nusantara di KBRI Bangkok medio Desember 2018, saya sempat berjumpa Atase Kebudayaan KBRI Bangkok, Prof . Dr, Mustari Mustafa.

Guru Besar Ilmu Filsafat ini berkisah bahwa ternyata Cerita Panji dikenal masyarakat kerajaan Thailand masa kini akibat jalinan hubungan kebudayaan antara Thailand dan Indonesia yang sudah terjalin sejak jaman kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara.

Nusantara


Sejauh jangkauan pengetahuan dangkal saya, Cerita Panji merupakan mahakarya kebudayaan sastra lisan berasal dari Jawa Timur masa kerajaan Kediri (Daha) yang kemudian merakyat pada zaman Majapahit sehingga tumbuh dan berkembang ke seluruh Nusantara, bahkan sampai ke kawasan Melayu, Laos, Myanmar, Kamboja dan Thailand.

Kisah-kisah cerita Panji dipergelar dalam kesenian Wayang Beber (Pacitan), Wayang Topeng (Malang), Wayang Tengul (Bojonegoro), Wayang Klithik (Kediri), Penthul Tembem (Madiun), Kethek Ogleng (Madiun), Tari Topeng (Cirebon), Terompong dan Riong (Bali) , Kongbonglek dan Kongbonglai (Thailand).

Ande-Ande Lumut

Cerita Panji juga tampil di kisah dongeng yang digemari anak-anak, seperti Ande-ande Lumut, Keong Emas, Enthit, Cinde Laras dan sebagainya. Di sejumlah candi di Jawa Timur terdapat relief yang mengisahkan cerita Panji.

Saya pribadi mulai mengenal cerita Panji dari komik Panji Semirang mahakarya R.A.Kosasih. Diduga kisah Kancil berakar pada fabel cerita Panji mirip halnya dengan tokoh Panji Koming kreasi mahakartunis Dwi Koen.

Apabila karakteristika Cerita Panji adalah legenda Nusantara lepas pengaruh Mahabharata dan Ramayana maka legenda Anglingdarma dapat dianggap sebagai cerita Panji.  

Ratusan naskah Cerita Panji dalam berbagai bahasa yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara bahkan beberapa negara Asia sampai ke bahasa Belanda dan  Inggris.

Kehadiran naskah-naskah mancanegara meyakinkan UNESCO untuk mengakui Cerita Panji sebagai perbendaharaan Memory of the World pada tahun 2017 yang setahun kemudian semarak dirayakan dengan penyelenggaraan Festival Panji Internasional.

Kebudayaan dan Peradaban

Cerita Panji juga bukan sekadar terbatas pada kisah asmara Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji namun berkembang dalam beragam versi di berbagai daerah dan memiliki karakteristika masing-masing yang saling beda satu dengan lain-lainnya.

Cerita Panji yang berkembang di Bali, disebut Malat masih  tumbuh subur sampai sekarang. Di Malaysia, Cerita Panji disebut sebagai Hikayat Panji Semirang yang diangkat menjadi teks bacaan di sekolah sampai masa kini di samping film hitam-putih berjudul Panji Semerang produksi produsen film Singapura  pada tahun 1961, sedangkan di Thailand dikenal sebagai Inou.

Cerita Panji membentuk ekspresi kebudayaan seperti adat istiadat, aliran kepercayaan, filsafat, adibusana sampai adiboga sehingga dapat dikatakan bahwa jangkauan Cerita Panji meluas dan melebar sehingga layak disebut sebagai kebudayaan Panji sebagai satu di antara kemahakayarayaan perbendaharaan Peradaban Nusantara.[***]


Penulis adalah Pendiri Sanggar Pembelajaran Kebudayaan  


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya