Berita

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman (dua dari kiri)/RMOL

Politik

Habiburokhman: Prabowo-Sandi Dan Masyarakat Indonesia Justru Korban Hoax

KAMIS, 10 JANUARI 2019 | 17:58 WIB | LAPORAN:

. Informasi bohong alias hoax yang berkembang selama ini diduga sebagai alat perang untuk menyerang pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga uno. Utamanya lewat media sosial.

Dugaan itu disampaikan oleb Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Habiburokhman. Menurutnya, selain masyarakat Indonesia kubu oposisi juga dikorbankan dengan hoax tersebut melalui framing pihak tertentu.

"Karena kita sering dikaitkan dengan hoax ini itu," kata Habiburokhman dalam diskusi bertajuk "Hoax dan Perubahan Konstalasi Perpolitikan Nasional" di Media Center KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).


Meski selalu dikait-kaitkan, lanjut dia, semua itu tidaklah terbukti. Terkait kasus Saracen misalkan, saat Asma Dewi ditangkap karena dituduh sebagai bendahara, seorang oknum anggota Polisi sempat melemparkan pertanyaan kalau dia adalah kader Partai Gerindra atau bukan.

Namun seiring berjalannya waktu, dalam persidangan, Asma Dewi ternyata tidak terbukti memiliki hubungan dengan Saracen.

"Dalam kasus Asma Dewi, kasus Saracen, tidak ada di surat dakwaan. Yang ada hanya dicari status status FB beliau yang dianggap sebar kebencian, dan kritikan terhadap pemerintah soal impor jeroan," bebernya.

Hal serupa, sambung Habiburokhman, juga terjadi pada kasus hoax Ratna Sarumpaet dan tujuh kontainer surat suara tercoblos. Kasus Ratna misalkan, dia memastikan pihaknya sama sekali tidak tahu kalau pengakuan Ratna Sarumpaet merupakan kebohongan belaka.

"Saya juga yang tahu ibu-ibu mukanya lebam, kita mana ngerti. Digiring segala macam ini kaitan dengan BPN dan sebagainya. Tapi kepolisian profesional. Framing tersebut sampai sekarang tidak terbukti," ungkapnya.

Begitu pula, tambahnya, dengan kasus hoax tujuh kontainer yang baru-baru ini menghebohkan pemberitaan di media nasional dan medsos.

"Andi Arief itu sama dengan kita semua, korban. Dia mempertanyakan dan minta diusut supaya tidak terjadi fitnah," demikian Habiburokhman, politisi Partai Gerindra itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya