Berita

Nasaruddin Umar/Net

Membaca Trend Globalisasi (32)

Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Menebar Silaturrahim

SELASA, 08 JANUARI 2019 | 11:34 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

SILATURRAHMI jelas bukan hanya untuk sesama umat Islam tetapi lintas agama bahkan lintas primordial. Si­laturrahim dalam arti menja­lin tali kasih dengan siapap­un sesama makhluk Tuhan. Allah Swt mencontohkan berdialog dengan iblis dan memenuhi permintaan­nya untuk dipanjangkan hidupnya sepanjang hidup umat manusia (Q.S. Shad/38:75-85). Ke­tika Rabi’ah Adawiyah ditanya apakah engkau membenci Iblis? Ia menjawab: Cintaku sudah memenuhi semua ruang dalam tubuhku seh­ingga tidak ada lagi tempat untuk membenci kepada siapapun. Pengakuan Iblis di atas men­gaku bahwa semua orang akan takluk dihada­panku, "kecuali hamba-Mu yang mukhlashin" (Illa min 'ibadik al-mukhlashin).

Silaturrahim tidak dipilah dan dibedakan oleh atribut-atribut primordial manusia, seperti agama, ras, etnik, suku-bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagain­ya. Al-Qur’an menegaskan: "Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu Adam" (Q.S. al- Isra’/17:70). Tuhan tidak menggunakan redaksi "Allah memuliakan orang-orang Islam" (wa laqad karramna al-muslimun). Ini artinya siapapun se­bagai anak cucu Adam wajib dihormati sebagai manusia. Al-Qur'an juga menggagas konsep "ukhuwah imaniyah", persaudaraan orang-orang yang berkeimanan. Al-Qur’an mengatakan: "Se­sungguhnya orang-orang mukmin adalah ber­saudara karena itu damaikanlah saudaramu" (Q.S. al-Hujurat/49:10). Tuhan tidak mengata­kan "sesungguhnya orang-orang Islam itu ber­saudara" (innamal muslimin ikhwah). Ini artinya pengakuan terhadap orang-orang yang beriman. Soal keimanannya itu benar atau salah adalah persoalan lain dan itu lebih merupakan urusan Allah Swt. Al-Qur'an menegaskan: "Sesungguh­nya yang paling mulia di antara kamu di sisi Al­lah ialah orang yang paling bertaqwa di anatara kamu" (Q.S. al-Hujurat/49:13).

Sehubungan dengan ini, menarik untuk di­hayati kedalaman dan keluasan wawasan tokoh-tokoh NU yang pernah menggagas sinergi tiga konsep ukhuwah yang hidup di dalam wadah NKRI, yaitu persaudaraan kemanusiaan (ukhu­wah basyariyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan keis­laman (ukhuwah islamiyah). Tidak boleh atas nama salahsatu konsep ukhuwah digunakan un­tuk merusak tatanan ukhuwah yang sudah ma­pan. Allah Swt dengan tegas mengatakan: Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan ber­laku adil terhadap orang-orang yang tiada mem­erangimu karena agama dan tidak (pula) men­gusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Ses­ungguhnya Allah hanya melarang kamu men­jadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadi­kan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (Q.S. al-Mumtahinah/60: 7-8). Nabi juga pernah menegaskan: "Barang siapa yang mendhalimi orang-orang yang men­jalin perjanjian damai (mu’ahhad) atau melece­hkan mereka, atau membebaninya sesuatu di luar kesanggupannya, atau mengambil hartanya tanpa persetujuannya, maka saya akan menjadi lawannya nanti di hari kemudian" (HR. Bukhari- Muslim).


Ada hadis shahih riwayat Bukhari dan Mus­lim menceritakan, Nabi memerintahkan untuk menshalat gaibkan sahabat Nabi, yaitu Raja Najasy ketika sampai kabar kematian kepadan­ya. Sahabat pun melakukan shalat gaib dengan empat kali takbir di masjid dan mendoakannya (HR Bukhari No. 3880-3881). Riwayat dari jalur Imam Muslim juga hampir sama redaksinya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya