Berita

Ilustrasi/Net

Global

China Buka Pintu Untuk Pejabat Asing Masuk Ke Xinjiang

SENIN, 07 JANUARI 2019 | 23:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China membuka pintu bagi para pejabat asing, termasuk PBB dan Amerika Serikat yang hendak masuk ke wilayah Xinjiang di barat daya China, selama mereka mengikuti prosedur yang tepat.

Penyataan ini dibuat oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang awal pekan ini (Senin, 7/1), di tengah kekhawatiran global terhadap program deradikalisasi Beijing di sana.

Dia mengatakan bahwa China telah mengundang para pakar PBB ke Xinjiang dan menekankan bahwa semua pihak, termasuk Amerika Serikat, diizinkan masuk selama mereka menghormati prosedur yang tepat.


"Para pejabat Amerika Serikat juga harus menghindari campur tangan dalam urusan rumah tangga dan mengadopsi sikap objektif dan netral," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Sebelumnya, pada Desember lalu, pejabat tinggi hak asasi manusia Amerika Serikat Michelle Bachelet mengatakan kantornya sedang mencari akses ke Xinjiang untuk memverifikasi laporan tentang kamp-kamp pendidikan ulang yang menampung minoritas Muslim, termasuk warga Uighur yang berbahasa Turki di Xinjiang. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya