Berita

Aksi rompi kuning di Perancis/Net

Global

Makin Anarkis, Protes Rompi Kuning Bobol Pintu Kompleks Kementerian

SENIN, 07 JANUARI 2019 | 00:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengunjuk rasa rompi kuning bentrok dengan polisi di beberapa kota di Perancis akhir pekan kemarin (Sabtu, 5/1). Mereka bahkan merusak pintu di kompleks kementerian di pusat ibukota Paris.

Seorang juru bicara pemerintah, Benjamin Griveaux, mengatakan bahwa pengunjuk rasa melakukan pembobolan pintu kayu besar di komplek tersebut.

Dia menekankan bahwa pemerintah mengecam insiden itu dan menilainya sebagai serangan yang tidak dapat diterima oleh Perancis.
"Beberapa pemrotes rompi kuning dan orang-orang lain yang berpakaian hitam, membawa sebuah kendaraan konstruksi yang ada di jalan di dekatnya dan menghancurkan pintu masuk kementerian," katanya kepada kantor berita AFP.

"Beberapa pemrotes rompi kuning dan orang-orang lain yang berpakaian hitam, membawa sebuah kendaraan konstruksi yang ada di jalan di dekatnya dan menghancurkan pintu masuk kementerian," katanya kepada kantor berita AFP.

Mereka memasuki halaman komplek di mana mereka menghancurkan dua mobil, memecahkan beberapa jendela dan kemudian melarikan diri. Griveaux menambahkan, polisi berusaha mengidentifikasi mereka dari rekaman keamanan.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Perancis, jumlah pengunjuk rasa yang turun ke jalan-jalan di Perancis sebanyak 50 ribu orang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak secara khusus merujuk pada insiden tersebut, namun membuat cuitan di akun Twitternya yang menyebut bahwa dia mengecam kekerasan ekstrem terhadap Perancis, wali, perwakilannya dan simbol-simbolnya.

Sejauh ini, polisi telah menangkap 35 orang untuk investigasi lebih lanjut. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya