Berita

Pasukan AS/Net

Global

AS Genjot Serangan Di Suriah Pasca Trump Umumkan Penarikan Pasukan

JUMAT, 04 JANUARI 2019 | 22:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Amerika Serikat menggenjot kampanye pengeboman terhadap wilayah-wilayah yang masih dikendalikan oleh kelompok militan ISIS di bagian timur negara tersebut. Langkah itu dilakukan tak lama  setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penarikan 2.000 tentara dari Suriah bulan lalu.

Menurut sumber-sumber di lapangan dan foto-foto diperoleh dalam investigasi bersama oleh media Al Jazeera dan The Intercept, serangan paling sengit dalam sepekan terakhir terjadi di Al Kashmah, sebuah desa di Sungai Eufrat dekat perbatasan dengan Irak.

Sejumlah sumber anonim mengatakan, di tengah serangan udara Amerika Serikat dan tembakan artileri oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, warga sipil dan anggota keluarga pejuang ISIS melarikan diri ke desa-desa di selatan.


Para pejuang ISIS berkerumun di desa-desa di sepanjang Sungai Eufrat, dari perbatasan dengan Irak ke selatan Hajin, bekas benteng ISIS yang jatuh ke SDF, milisi yang dipimpin Kurdi, pada pertengahan Desember lalu.

Ada sekitar 50.000 hingga 60.000 orang yang tetap berada di daerah-daerah itu.

"Warga sipil di daerah-daerah ini tidak memiliki tempat untuk pergi atau bersembunyi dari pemboman AS terhadap desa-desa mereka," kata seorang aktivis sipil di Deir Az Zor yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya