Berita

Irwansyah Siregar/Net

Hukum

Korban Minta Kejagung Usut Kasus Novel Baswedan Di Bengkulu

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 17:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus dugaan penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet yang menyeret Novel Baswedan saat menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu tahun 2004 kembali diungkit.

Korban penembakan Novel berharap keadilan ditegakkan. Mereka mendatangi Kejaksaan Agung di Jakarta, Kamis (3/1).

Mereka meminta kepada Jaksa Agung HM. Prasetyo untuk membuka kembali kasus tersebut dan segera menindaklanjutinya.


"Kami meminta kepada Kejaksaan Agung untuk segera menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku," kata korban dugaan tindak kekerasan Novel, Irwansyah Siregar.

Pihaknya akan terus menyuarakan kasus tersebut agar publik melihat apa sesungguhnya yang terjadi. Novel yang saat ini sebagai penyidik KPK sama dengan warga negara lain, sama di mata hukum.

"Kami akan menyampaikan hal ini kepada Presiden jika Kejaksaan Agung tidak merespons aksi kami, dan kami akan terus melakukan aksi sampai kasus ini dibuka kembali," terang Irwansyah.

Korban lainnya bernama Dedi Muryadi juga meminta keadilan atas kasus yang menimpanya. Mereka berharap kasus itu bisa berjalan dan dibuka sesuai hukum yang berlaku.

"Tidak ada satu orang pun yang kebal dengan hukum di muka bumi ini khususnya Indonesia," kata dia.

Sementara itu, Koordinator massa yang mengatasnamakan diri Forum Rakyat Bengkulu untuk Keadilan (FRBK) Riki menjelaskan, kedatangan mereka ingin menanyakan kepada Kejagung terkait kasus Novel.

Karena, kata dia, menurut keputusan pengadilan itu berkas sudah P21 tetapi satu hari sebelumnya ada pihak kejaksaan yang mengambil berkas tersebut, namun sampai detik ini tidak dikembalikan lagi.

"Penegakan hukum harus berjalan. Kami tidak peduli siapa Novel. Jika ini dibiarkan mangkrak maka hukum itu akan cacat," ujarnya.

Maka dengan itu, lanjut Riki, pihaknya mendesak agar kasus ini dibuka kembali dan disidangkan agar kasus ini bisa digelar di Pengadilan Bengkulu karena saat itu Novel masih menjadi Kasat Bengkulu. Terlebih korban sendiri adalah warga Bengkulu.

"Kami bingung kenapa Novel ini seperti malaikat. Ketika dia terkena kasus penyiraman air keras seolah dia adalah pihak paling dirugikan tetapi dalam perjalanan masa lalunya dia punya kesalahan. Maka itu, sangat penting proses ini bisa dibuka kembali agar jelas," tutupnya.

Aksi di Kejagung hari ini, mereka membentangkan beberapa spanduk, seperti "meminta Kejaksaan Agung mencabut surat pemberhentian penuntutan kasus Novel Baswedan dan melanjutkan proses penuntutan ke muka Pengadilan Negeri Bengkulu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku". [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya