Berita

Yuki Eka Bastian/RMOLJabar

Nusantara

Keluar Dari PSI, Yuki Terima Pinangan Nasdem

KAMIS, 03 JANUARI 2019 | 15:45 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Belum lama menyatakan diri mundur sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Cirebon, karena tidak sepakat dengan kebijakan anti poligami partai tersebut, Yuki Eka Bastian kini melabuhkan pilihannya kepada Partai Nasdem.

“Saat ini saya menerima pinangan ke Nasdem. Kebetulan Pak Hari Saputra Gani menawari saya untuk bergabung di Nasdem. Saya dengan senang hati menerima tawaran itu," ujar Yuki seperti dilansir RMOL Jabar, Kamis (3/1).

Meski belum secara resmi bergabung, Yuki menyatakan, tekadnya sudah bulat akan merapatkan barisan menghadapi Pemilu 2019 bersama partai besutan Surya Paloh itu.


“Tapi untuk aktif saya masih belum. Karena masih sibuk dengan pekerjaan saya. Sekarang sedang bolak-balik Bandung-Cirebon untuk urus usaha saya. Nanti kalau sudah agak beres, karena akhir tahun usaha lagi repot-repotnya, mungkin Februari saya akan aktif dengan Nasdem," ujarnya

Tentang PSI, Yuki mengatakan, sudah bukan tanggungjawabnya lagi. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai itu. Bahkan, Yuki mengaku telah melepas beberapa alat peraga kampanye terkait pencalegan dirinya di PSI.

Yuki mengaku ingin membangun karir politiknya kembali bersama Nasdem. Bagi Yuki, Pemilu 2019 merupakan awal perjuangannya memasuki dunia politik, setelah menemui ketidaksesuaian dengan keputusan internal di PSI.

“Karena ini kesempatan baik buat saya untuk masuk dunia politik. Semoga saja PSI bisa masuk dalam pencalegan. Walaupun untuk tahun ini, saya lepas sebagai caleg. Tapi harapan besar saya pada Nasdem untuk belajar lebih baik tentang politik," tandas Yuki. [yls]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya