Berita

Jair Bolsonaro/Reuters

Global

Dilantik Jadi Presiden, Jair Bolsonaro: Brazil Bebas Dari Sosialisme

RABU, 02 JANUARI 2019 | 12:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang baru dilantik mengatakan bahwa pemilihannya telah membebaskan negara itu dari sosialisme dan kebenaran politik. Dia juga berjanji untuk mengatasi korupsi, kejahatan, dan salah urus ekonomi di negara terbesar di Amerika Latin itu.

Dalam sambutan perdananya sebagai presiden, dia berjanji untuk mematuhi norma-norma demokrasi.

"Ini adalah awal pembebasan Brasil dari sosialisme, kebenaran politik, dan negara yang bengkak," kata Bolsonaro seperti dimuat Reuters.


Sementara para investor berharap sikap pasar bebas Bolsonaro akan menghidupkan kembali ekonomi Brasil yang merupakan ekonomi terbesar kedelapan di dunia.

Sedangkan pencinta lingkungan dan kelompok hak asasi khawatir dia akan memutar kembali perlindungan untuk hutan hujan Amazon dan melonggarkan kontrol senjata di negara yang sudah memiliki angka tertinggi di dunia pembunuhan.

Bolsonaro sendiri adalah seorang mantan kapten tentara berubah haluan dengan menjadi anggota parlemen yang secara terbuka mengagumi kediktatoran militer Brasil tahun 1964-1985.

Dia menjabat sebagai anggota Kongres tujuh periode yang menghabiskan waktu puluhan tahun di pinggiran politik Brasil. Karir politiknya membawa Bolsonaro ke tampuk kekuasaan pada Oktober oleh kemarahan pemilih dengan partai-partai politik tradisional, dan menjadikannya presiden sayap kanan pertama Brasil sejak kediktatoran. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya