Berita

Raul Castro/Reuters

Global

Peringatan 60 Tahun Revolusi Kuba, Raul Castro: AS Kembali Ke Jalur Konfrontasi

RABU, 02 JANUARI 2019 | 11:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kuba mengecam pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump karena kembali ke jalur konfrontasi yang sudah ketinggalan zaman.

Begitu penegasan dari pemimpin Partai Komunis yang berkuasa di Kuba, Raul Castro pada peringatan 60 tahun revolusi Kuba awal pekan ini (Selasa, 1/1).

Raul Castro dan almarhum, kakak laki-lakinya Fidel Castro memimpin pemberontakan yang terjadi pada tahun 1959 untuk menggulingkan diktator yang didukung Amerika Serikat. Pada saat itu, revolusi mereka mengilhami gerakan-gerakan kiri di seluruh Amerika Latin.


"Sekali lagi, pemerintah Amerika Utara mengambil jalan konfrontasi dengan Kuba," kata Castro di kota tenggara Santiago de Cuba di mana Fidel Castro memproklamirkan kemenangan enam dekade lalu.

Pidato Castro tersebut , seperti dimuat Reuters, merupakan bagian dari upacara matahari terbenam yang khidmat di sebuah kuburan di mana Fidel Castro dan pahlawan kemerdekaan Jose Marti dimakamkan.

Dia menambahkan bahwa Kuba telah membuktikan selama enam dekade revolusi bahwa dia tidak dapat diintimidasi oleh ancaman. Sebaliknya, Kuba tetap terbuka untuk hidup berdampingan secara damai dan terhormat. Lebih lanjut, pemimpin 85 tahun itu, pertempuran sejati Kuba tahun ini adalah ekonomi.

Raul Castro sendiri diketahui telah mengundurkan diri sebagai presiden pada bulan April tetapi tetap menjadi ketua Partai Komunis sampai tahun 2021 mendatang. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya