Berita

Joko Intarto/Dok

Publika

Era Ijazah Tidak Cukup Lagi

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 11:10 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

SEBUAH pesan berantai saya terima pagi ini. Berisi info lowongan kerja. Pemasangnya: PP Aisyiyah Global Fund. Untuk program pemberantasan TB.

Bukan lowongannya yang menarik. Juga bukan Aisyiyahnya. Tapi salah satu syaratnya yang menarik:  pelamar untuk posisi tenaga pengadaan barang dan jasa atau biasa disebut procurement-harus bersertifikat sebagai tenaga pengadaan barang dan jasa.

Sertifikat profesi tenaga procurement di masa lalu tidak menjadi syarat. Melamar ya melamar saja. Diterima dulu. Baru ikut ikut program sertifikasi.


Tetapi pada era industri 4.0, sertifikat profesi  itu sudah menjadi kewajiban. Pelamar kerja harus punya sertifikat dulu, baru boleh melamar kerja. Dan, belum tentu diterima!

Syarat kepemilikan sertifikat keahlian, kelak akan semakin banyak ditemukan dalam iklan lowongan kerja. "Karena itu, saya bekerjasama dengan lembaga standarisasi profesi menginisiasi pelatihan dan sertifikasi tenaga pengadaan barang dan jasa," komentar Zaidin Zaiti, CEO Profex.

Pengusaha yang tinggal di BSD City itu menilai kebutuhan sertifikasi tenaga pengadaan barang dan jasa memang tidak bisa ditunda lagi. "Sertifikasi sudah menjadi tuntutan zaman. Ingat, hari ini kita sudah hidup di era industri generasi 4.0."

Mengingat tingginya kebutuhan tenaga procurement yang bersertifikat, Profex akan menyelenggarakan pelatihan dengan metode online. Melalui platform e-learning selama 30 hari dilanjutkan webinar 4 hari.

Pemakaian aplikasi e-learning dan webinar dimaksudkan untuk menurunkan biaya peserta sekaligus untuk menjangkau peserta yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. "Sarana online ini akan memberi akses yang sama besarnya bagi calon peserta yang tinggalnya jauh dari Jakarta," kata Zaidin.

Setelah mengikuti dua model pelatihan ini, peserta akan mengikuti sesi tatap muka selama 3 hari dilanjutkan ujian sertifikasi selama 1 hari.

Syarat kepemilikan sertifikat keahlian bagi calon pelamar kerja akan semakin luas ke berbagai jenis profesi. Dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan baru: ijazah yang diterbitkan ternyata belum cukup untuk syarat melamar kerja!

Penulis adalah praktisi siaran langsung

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya