Berita

Foto/Net

Hukum

Suap Jaksa, 3 Pejabat BWS Sumatera VII Jadi Tersangka

KAMIS, 27 DESEMBER 2018 | 09:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tersangka.

Mereka diduga menyuap Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu Parlin Purba agar tak menyelidiki proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu tahun 2015-2016.

"Dalam perkembangan penanganan perkara tersebut, KPKmenemukan bukti permulaan yang cukup dan menetapkan tiga orang lagi sebagai tersangka," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah.


Tiga tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek irigasi dan rawa II Apip Kusnadi, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (Satker PJPA) M Fauzi, dan Edi Junaidi, Kepala Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air.

Febri membeberkan, BWS Sumatera VII Bengkulu memi­liki sejumlah proyek. Pertama, proyek rehabilitasi bending dan jaringan D.I Air Nipis Segimin, Kabupaten Bengkulu Selatan. Nilai kontraknya Rp 6,9 miliarpa­da tahun 2015. Tahun berikutnya Rp 11,7 miliar. Proyek dikerjakanPT Rico Putra Selatan (RPS).

Proyek berikutnya jaringan irigasi primer sekunder kiri daerah irigasi air Manjunto, Kabupaten Mukomuko. Tahun 2015 nilai kontraknya Rp 7,2 miliar. Tahun 2016 Rp 9,1 miliar. Proyek digarap PT Zuti Wuaya Sejati (ZWS).

Menurut Febri, pada awal April 2017, Kejaksaan Tinggi Bengkulu menerima informa­si dari masyarakat mengenai dugaan penyimpangan kedua proyek tersebut.

Supaya kejaksaan tak mengusut proyek-proyek itu, ketiga tersangka memberikan uang ke Parlin. Diserahkan dua kali. Tanggal 9 Mei 2017 Rp 100 juta. Uangnya dari PT RPS. Apip dan Fauzi yang menyerahkan. Pada 7 Juni 2017, Apip kembali menyerahkan Rp 50 juta ke Parlin.

Ketiga pejabat BWS Sumatera VII Kementerian PUPR itu dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) Parlin pada 8 Juni 2017. Parlin dicokok usai menerima uang dari PPKBWS Sumatera VII Amin Anwari dan Murni Suhardi, Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu memutus Amin dan Murni terbukti menyuap. Keduanya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Sementara, Parlin divonis 5 tahun penjara. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya