Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri: Penyerang Amien Rais Tidak Ingin Orang Pintar Pimpin Indonesia

KAMIS, 27 DESEMBER 2018 | 02:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekelompok pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak agar Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais mengundurkan diri. Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka yang dibuat oleh Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bereaksi atas tuntutan tersebut. Dia membela Amien Rais dan membongkar latar belakang para pendiri PAN itu.

Menurutnya, penyerang mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut merupakan kelompok yang tidak ingin orang pintar memimpin negeri ini.


“Mereka punya maksud, ‘jangan sampai orang pintar yang tak bisa dipengaruhi memimpin negeri’. Itulah agenda laten kelompok ini,” ujar Fahri, Rabu (26/12).

Dia kemudian bercerita tentang upaya kelompok tersebut menunggangi Amien Rais di masa reformasi. Kala itu, mereka bangga lantaran Amien enggan masuk dalam jajaran pemerintahan BJ Habibie.

Amien kala itu memilih berada di luar untuk menjadi lawan tanding pemerintah. Amien, sambungnya, bermaksud untuk menjaha demokrasi.

“Di sela Amien Rais saya mengerti kelompok-kelompok yang memang tidak punya modal sebesar beliau. Tapi mereka punya jaringan. Mereka ini anti Habibie tetapi mereka memerlukan Pak Amien untuk melawan Habibie. Mereka yang berbahagia karena Pak Amien tidak mau gabung,” jelasnya.

Setelah berhasil menggagalkan konsolidasi kelompok yang punya akar, kelompok ini putar haluan. Mereka mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang di periode pertama cukup akomodatif.

“Tapi, begitu beliau (SBY) mulai keras, serangan datang,” sambungnya.

Di Pilpres 2019, musu kelompok ini telah bergabung menjadi satu. Mereka di antaranya SBY, Amien Rais, dan Prabowo Subianto, yang mewakili kelompok yang tidak saja mengerti persoalan tetapi mengakar.

“Ini yang mereka takutkan. Karena mereka bisa kehilangan kendali kebijakan,” jelas Fahri.

“Kelompok ini gandrung mendukung orang lemah. Motifnya adalah mempengaruhi kebijakan dan mengambil bagian dalam kekuasaan. Banyak mau tanpa keringat itulah cara mereka. Manuver dan politik elit itu jalan mereka,” pungkasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya