Berita

Sekjen PSSI, Ratu Tisha/Net

Hukum

Polisi Belum Curigai Sekjen PSSI Hambat Proses Hukum

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 20:34 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pihak Polri tidak mau berspekulasi Sekjen PSSI Ratu Tisha menghambat penyelidikan lantaran tidak memenuhi panggilan penyidik Satgas Anti Mafia Bola.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya lebih mengutamakan asas praduga tak bersalah.

"Sementara belum (curiga), kita bekerja berdasarkan fakta hukum yang kita temukan di lapangan. Kita terapkan juga unsur kehati-hatian asas praduga tak bersalah," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (26/12).


Untuk itu, kata Dedi, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan ulang kepada Tisha jika penyidik menilai masih memerlukan keterangannya dalam penuntasan kasus mafia di persepakbolaan Indonesia.

"Nanti dianalisis lagi untuk memberikan konstruksi hukum, kalau masih kurang kita perlu pendalaman lagi dari yang sebelumnya ya dipanggil lagi untuk melengkapi data satgas," ujar Dedi.

Sebelumnya, Polri melalui Satgas Anti Mafia Bola telah meminta keterangan dari manajer Madura FC Januar Herwanto yang pernah buka suara terkait kasus mafia bola dalam sebuah acara televisi, Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera, serta Sekretaris Jenderal BOPI Andreas Marbun, dan Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa S Broto.

Pihak kepolisian menyatakan nantinya mafia pengatur skor sepak bola bisa dijerat tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 KUHP, tindak pidana penyuapan yang diatur dalam UU No 11/1980, bahkan tindak pidana pencucian uang sesuai UU No 8/2010 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. [lov]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya