Berita

Pengamen Ondel-ondel/Dok

Publika

Ondel-Ondel, Riwayatmu Kini

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 14:26 WIB | OLEH: ABDULLAH RASYID

PERTAMA sekali saya harus mengatakan protes kepada Pemprov DKI Jakarta yang akan menertibkan pengamen ondel-ondel karena dianggap meresahkan.

Ingat, Ondel-ondel adalah bahagian dari kesenian dan kebudayaan Betawi yang mestinya dilestarikan. Salah satu pelestarinya adalah para pengamen itu.

Sama halnya dengan Odong-odong yang harus diakui ikut melestarikan lagu anak-anak yang mendidik dan sudah tidak diminati lagi oleh radio dan televisi.


Saran saya, Dinas Pariwisata dan Budaya DKI sebaiknya mengundang mereka, bicarakan baik-baik, beri mereka solusi. Sebab di negara maju sekalipun, seperti Amerika, Jerman, Perancis, yang namanya pengamen tetap masih ada.

Tunjukkan pada mereka dimana tempat ngamen yang diperbolehkan, misalnya di sekeliling Monas, di CFD setiap hari Minggu, beri mereka pengenal sebagai tanda bahwa mereka telah mendapat pembinaan, kalau perlu diberi honor sebagai pelestari budaya Betawi yang dimasukkan dalam APBD DKI.

Kalau sekedar ditertibkan, itu soal gampang saja, orang lemah tak akan punya cukup daya dan upaya menantang kehendak pejabat, tapi persoalannya apakah sebagai pejabat sudah melakukan tindakan bijak terhadap warganya.

Ingat slogan ini
#MajuKotanyaBahagiaWarganya. [***]


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya