Berita

Musa Manzini di ruang operasi/Net

Global

Musisi Ini Main Gitar Saat Operasi Tumor Otak

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 00:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang musisi di Afrika Selatan melakukan hal yang tidak biasa. Dia memainkan beberapa nada pada gitarnya selama operasi tumor otak yang dijalaninya.

Musisi nyeleneh itu bernama Musa Manzini. Dia menjalani operasi yang sukses untuk mengangkat sebagian besar pertumbuhan tumor pada otaknya dengan tetap memainkan musik.

Salah satu ahli bedah saraf yang menanganinya, Dr. Rohen Harrichandparsad, mengatakan bahwa Manzini membantu membimbing tim medis dalam tugas rumit mereka sambil menjaga jalur saraf.


Dia diberi anestesi lokal selama apa prosedur operasi yang dilangsungkan pertengahan bulan Desember ini di Rumah Sakit Pusat Inkosi Albert Luthuli di Durban.

"Ini meningkatkan margin keamanan bagi kami, karena kami dapat memiliki umpan balik real-time tentang apa yang kami lakukan secara intraoperatif," kata Harrichandparsad pada hari Sabtu (22/12), seperti dimuat Associated Press.

Manzini diberikan gitarnya menjelang akhir prosedur berjam-jam, ketika dokter memeriksa bahwa semuanya beres.

Dalam "kraniotomi sadar" beberapa dokter merangsang bagian otak dengan arus listrik ringan sebagai cara menguji dan memetakan area yang mengontrol fungsi-fungsi utama seperti gerakan dan bicara. Jika seorang pasien kesulitan berbicara ketika arus diterapkan ke area tertentu, misalnya, dokter tahu mereka harus melindunginya selama pengangkatan tumor.

Terlepas dari nama prosedurnya, pasien diberikan obat untuk membuat mereka mengantuk selama bagian dari operasi yang panjang.

Prosedur semacam ini merupakan hal yang tidak biasa, namun bukan berarti tidak pernah terjadi. Ada beberapa kasus di negara lain di mana usisi memainkan alat musik atau bernyanyi selama operasi yang sama.

Pada tahun 2015, seorang musisi memainkan saksofonnya saat operasi otak di Spanyol. Seorang penyanyi opera bernyanyi selama operasi otak di Belanda pada tahun 2014. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya