Berita

Trump/Net

Global

Penutupan Parsial Pemerintahan AS Resmi Berlaku, Trump Dan Demokrat Lempar Kesalahan

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 16:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penutupan pemerintah Amerika Serikat sebagian resmi diberlakukan telah berlaku setelah anggota parlemen Amerika Serikat gagal untuk memecahkan kebuntuan anggaran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikeras meminta dana setidaknya 5 miliar dolar AS dalam anggaran untuk pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko yang dia janjikan sejak masa kampanye.

Namun anggota parlemen menunda pembicaraan menit terakhir pada Jumat malam (21/12) mengenai anggaran tembok perbatasan.


Dengan tidak adanya kesepakatan, pendanaan untuk sekitar seperempat dari semua agen federal Amerika Serikat terjadi di tengah malam (Sabtu, 22/12).

Ini berarti penutupan pemerintahan sebagian Amerika Serikat resmi diberlakukan. Departemen Keamanan Dalam Negeri, Transportasi, Pertanian, Negara Bagian, dan Keadilan akan mulai ditutup dan taman nasional dan hutan federal juga akan ditutup.

Ini adalah penutupan pemerintahan parsial yang ketiga yang dilakukan sepanjang tahun 2018 ini.

Dikabarkan BBC, penutupan parsial berarti ratusan ribu karyawan federal harus bekerja tanpa dibayar atau diberhentikan sementara.

Dalam sebuah video yang dipublikasikan di akun Twitter Trump sesaat sebelum penutupan dimulai, Trump menegaskan bahwa tanggung jawab berada pada Demokrat untuk menyelesaikan penutupan.

Sementara itu senior Demokrat menuduh Trump memprovokasi situasi dengan "kemarahan". [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya