Berita

Surya Paloh-Vincent Guerend/Net

Politik

Nasdem Jelaskan Ke Uni Eropa Kenapa Dukung Jokowi

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 14:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebanyak 20 delegasi Uni Eropa menyambangi kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Kamis (20/12). Mereka diterima Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan fungsionaris DPP lainnya.

Mereka berdiskusi tentang kondisi Indonesia terkini, baik menyangkut bidang politik maupun ekonomi.

Surya Paloh mengatakan, dari banyak pembicaraan, pertemuan menyepakati kesimpulan kalau Indonesia dan Uni Eropa harus terus mengeratkan hubungan.


"Betapa pentingnya menguatkan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Eropa yang bergabung dalam Uni Eropa, saya berbesar hati," ungkap Surya usai pertemuan.

Pertemuan juga membahas soal Pemilu serentak 2019 yang sebentar lagi berlangsung. Para delegasi Uni Eropa, kata Surya, menanyakan soal sikap Nasdem yang mengusung petahana Joko Widodo bersama Ma'ruf Amin.

Dia menjelaskan mengapa petahana harus kembali terpilih. Menurutnya, Jokowi bisa memberikan harapan untuk stabilitas Indonesia. Selain itu, Indonesia harus juga terus bisa menjaga harmoni di tengah keragaman yang dimiliki.

"Saya katakan, mudah-mudahan (Jokowi) terpilih kembali," ucap Surya Paloh.

Sementara itu, Delegation of the European Union Vincent Guerend mengaku telah mendapatkan penjelasan yang utuh dari Partai Nasdem. Bagi Vincent dan delegasi lainnya, diskusi dengan Surya dan pengurus lainnya cukup menarik.

"Kami mendapat penjelasan (Nasdem) soal posisinya dalam pemilihan umum," kata Vincent.

Vincent juga mengaku banyak berdiskusi soal ekonomi. Utamanya, terkait ekspor produk-produk Indonesia ke Uni Eropa.

"Kita diskusi tentang pemerintahan, ekonomi, dan NKRI," ujarnya.

Vincent menyatakan diskusi ini penting bagi Uni Eropa. Sebab, Indonesia, yang merupakan negara dengan sistem demokrasi yang besar, merupakan mitra penting bagi negara-negara Eropa.

"Indonesia memiliki penduduk yang besar, mayoritas muslim terbesar. Dan juga rekan yang penting di Asia untuk mendukung keamanan," ungkap Vincent.

Dari 20 delegasi Uni Eropa yang hadir, sebanyak 12 di antaranya merupakan duta besar. Delapan lainnya merupakan perwakilan kedutaan besar negara anggota Uni Eropa. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya