Berita

Nusantara

Tahun Politik, Medsos Sehat Tanpa Hoax Terus Dikampanyekan

MINGGU, 16 DESEMBER 2018 | 23:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. ForuMedsoSehat diluncurkan bertujuan untuk mengkampanyekan "cerdas bermedia sosial" bagi masyarakat termasuk media massa.

Jurubicara ForuMedsoSehat, Jeffry Dinomo mengatakan, satu topik menarik dari media terverifikasi dapat menjadi popular di medsos. Sebaliknya, kerap kali juga media terverifikasi memberitakan suatu topik terpopuler di medsos.

Jeffry menjelaskan, menyadari peran besar medsos dalam penyebaran informasi serta mempengaruhi penggunanya yang menyebabkan aktivitas kampanye kerap menggunakan medsos, baik itu kampanye pemasaran, kampanye sosial serta kampanye politik.


Konten-konten dan percakapan di medsos kemudian masuk ke dalam narasi dan strategi serta taktik kampanye yang didesain untuk memenangkan misi kampanye serta tak jarang untuk menjatuhkan kompetitor. Tidak jarang sebuah topik menjadi populer baik secara natural karena digerakkan oleh desain kampanye.

Dalam misi kampanye tersebut, baik kampanye pemasaran, sosial serta politik membawa konten-konten tertentu dengan maksud-maksud tertentu juga, dan ada kalanya tidak lepas dari penyebaran informasi hoax untuk kepentingan kampanye.

Jeffry mengungkapkan, pada acara peluncuran ForuMedsoSehat, Minggu (16/12), pihaknya mengurai tiga topik yang menjadi perbincangan warganet dalam periode 2-9 Desember 2018, yakni kasus Shopee, PersijaDay, dan Pilpres 2019.

ForuMedsoSehat mengkaji banyak hal, seperti siapa yang terlibat dalam perbincangan? Seberapa besar volume? Bagaimana analisis terhadap konten? Dan dari mana konten tersebut disebarkan?
 
Seluruh data yang disajikan menggunakan teknologi yang dinamakan oWulung. oWulung adalah kombinasi teknologi data dan analisa seluruh anggota forum. Khusus pilres, kata Jeffry, ada lima catatan ForuMedsoSehat:

Pertama, volume percakapan seputar paslon pilpres sangat besar dan mendominasi percakapan di medsos, melibatkan 55,620 akun dan 206,907 tweets dari kedua kubu paslon. Jumlah akun dan tweets seputar paslon Jokowi-Ma'ruf lebih besar, yaitu sekitar 2.3 kali dari jumlah akun dan tweets seputar paslon Prabowo-Sandi.

Kedua, secara keseluruhan, pembicaraan positif pada Jokowi-Ma’ruf lebih tinggi daripada Prabowo-Sandi. Sedangkan, untuk pembicaraan negatif kepada kedua paslon cenderung berimbang, dan pembicaraan netral tentang Prabowo-Sandi lebih tinggi dari Jokowi-Ma’ruf.

Ketiga, melihat dari perilaku interaksinya, dimana 1 original post direspons rata-rata lebih banyak dari kluster pendukung paslon Prabowo-Sandi, dapat diindikasikan perilaku di kluster paslon Prabowo-Sandi terindikasi cyber troops, sementara kluster pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf terindikasi dukungan individu.

Keempat, ada kedua kluster pendukung dijumpai suspicious behavior karena cukup banyak ditemukan partisipan yang berasal dari akun-akun yang jumlah follower di bawah 50 dan usia akun di bawah 6 bulan.

Beberapa di antaranya banyak yang baru lahir di bulan Desember ini. Terdapat 3.8 persen  akun yang terlibat di kluster Jokowi-Ma’ruf dan terindikasi, sedangkan 4.9 persen akun yang terlibat di kluster Prabowo-Sandi yang terindikasi. Secara prosentase terhadap keterlibatan di masing-masing akun, kluster Prabowo-Sandi prosentase suspicious account lebih besar.

Kelima, terdapat konten yang tidak berhubungan dengan percakapan di kedua kluster dari akun-akun tertentu yaitu terkait dengan konten pornografi, judi dan penjual online. Akun-akun tersebut biasanya masuk dalam percakapan yang sudah menjadi trending melalui tagar politik.

Jeffry berharap, kiranya pemaparan laporan berkala ini dapat memberi gambaran dan edukasi publik untuk mengenali fenomena yang terjadi di medsos.

"Lebih jauh, objektif kami adalah turut berkontribusi pada kondisi medsos yang sehat dan bebas dari hoax serta rekayasa tertentu yang pada gilirannya akan memberi manfaat positif bagi publik pengguna medsos," tutupnya. [jto]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya