Berita

Nusantara

Beda Dengan BLT, Dana Desa Untuk Wujudkan Kemandirian Masyarakat

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 10:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peningkatan dana desa sebanyak tiga kali lipat dari dana yang digelontorkan pada tahun 2015 telah optimal membantu menciptakan produktifitas masyarakat desa.

Dana desa diyakini berhasil menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dengan membangun sarana dan prasarana desa seperti jembatan, pasar desa, irigasi dan juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan membangun sarana seperti penyediaan air bersih, drainase dan posyandu.

Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi dalam diskusi publik "Membangun Indonesia dari Desa" di Posko Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas), Duren Tiga Barat IV, Jakarta Selatan, Kamis kemarin (13/12).


Hadir juga sebagai pembicara peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah, dan tuan rumah sendiri Ketua Nasional Repnas Eka Sastra.

Anwar Sanusi menjelaskan, hal ini dianggap sebagai pencapaian yang cukup besar yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut dia, 4 tahun pembangunan desa di masa pemerintah Jokowi-JK telah malampaui dari target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019.

Indikitor tersebut memiliki bukti diantaranya adalah pemerintah mampu mengentaskan 50.000 ribu desa tertinggal dan juga berhasil membangun 20.000 desa mandiri.

Doa menambahkan bahwa hal ini relevan dengan tujuan utama dari dana desa yakni menciptakan masyarakat desa yang sejahtera secara ekonomi melalui pembangunan infrastruktur misalnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sarana air bersih, posyandu.

Sehingga dana desa menurutnya dapat mampu mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa dan memperkuat masyarakat desa dan paling penting adalah menciptakan produktifitas ekonomi masyarakat di desa. Sebagaimana filosofi dari dana desa, yakni Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

"Jika BLT (bantuan langsung tunani) membuat masyarakat mengadahkan tangan, PKTD justru membuat orang bekerja dulu lalu kemudian diberikan bantuan uang. Sehingga hal tersebut menciptakan kemandirian masyarakat desa," ujar Anwar Sanusi.

Sementara Rusli Abdullah menyampaikan saripati mengenai persoalan-persoalan inti dari dana desa. Menurut dia, walaupun terjadi peningkatan anggaran sebanyak tidak kali lipat antara 2015-2018 dan mampu menurunkan angka kemiskinan, namun dana desa membuat pengurangan kemiskinan desa menjadi lambat.

Rusli menjelaskan bahwa perlambatan penurunan kemiskinan desa ini disebabkan oleh adanya alasan the last mile problem. Bagi dia, menyelesaikan desa miskin normal dengan menyelesaikan desa miskin yang sakit itu berbeda. Sehigga hal tersebut memerlukan waktu yang cukup lama untuk meyelesaikan persoalan tersebut.

Hasil kajian INDEF menunjukkan bahwa tren penurunan kemiskinan desa diikuti oleh ketimpangan yang semakin melebar. Hal itu terjadi diakibatkan oleh ketimpangan lahan yang terjadi di desa. Output ekonomi tidak merata karena ketimpangan lahan sebagai determinan pertumbuhan terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

"Dengan demikian, dana desa harus dapat dikelola untuk menunjang hal tersebut, agar dapat langsung dirasakan oleh masyarakat terutama peningkatan ekonomi desa," demikian Rusli seperti dalam keterangan tertulis.

Sebagai pendukung petahana, Repnas konsisten mengabarkan keberhasilan-keberhasilan pemerintahan Jokowi secara santun dan akan fokus pada kampanye-kampanye yang positif. Hal ini penting agar dapat menepis segala macam informasi hoax dan berita negatif yang mencoba untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya