Berita

Trump/Net

Global

Trump Khawatir Dimakzulkan?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 16:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump khawatir bahwa dia akan dapat diberhentikan dari jabatannya ketika Demokrat menguasai parlemen.

Begitu kabar yang dirilis oleh CNN awal pekan ini, merujuk pada sumber yang dekat dengan Trump.

Sumber itu mengatakan, Trump melihat impeachment atau pemakzulan sebagai kemungkinan yang nyata. Meski begitu, Trump tidak yakin hal itu akan terjadi.


Sebuah sumber terpisah yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa para pembantunya di dalam Sayap Barat percaya satu-satunya masalah yang mungkin menempel dalam proses pemakzulan, jika hal itu terjadi, adalah pelanggaran dana kampanye yang terkait dengan pembayaran mantan pengacara Trump Michael Cohen kepada sejumlah orang.

Pembicaraan pemakzulan itu sendiri dikabarkan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah pengajuan blockbuster dari jaksa di Distrik Selatan New York. Dalam pengajuan itu, jaksa penuntut langsung menduga, untuk pertama kalinya bahwa Cohen sedang diarahkan oleh Trump ketika ia melanggar hukum selama kampanye presiden 2016.

Cohen sendiri untuk pertama kalinya membuat tuduhan di pengadilan pada bulan September lalu dengan menyatakan bahwa dia disutradarai oleh Trump untuk melakukan pembayaran kepada dua wanita, yakni Stormy Daniels dan Karen McDougal.

Jaksa mendukung tuduhan dalam dokumen hukuman untuk Cohen pada hari Jumat pekan lalu, di mana mereka mengatakan Cohen harus menerima "hukuman substansial" atas kejahatan yang dilakukannya, yang termasuk pelanggaran dana kampanye untuk pembayaran kepada dua wanita, penipuan pajak dan berbohong kepada Kongres. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya