Berita

Joko Intarto/Dok

Publika

Hotel Bintang Lima, Baju Kaki Lima

SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 12:51 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

NAMANYA mau jualan di event pameran keuangan syariah di Surabaya. Kostum kudu mendukung. Hari ini saya mau jualan kukusan bambu. Untuk menyeduh kopi. Dalam acara ISEF, pameran keuangan syariah terbesar di Indonesia selama seminggu.

#Ceeburial bamboo cone coffee dripper. Namanya keren kan. Panjang lagi. Padahal kalau di-Indonesiakan lebih pendek: saringan bambu.

Setelah meriset beberapa konsep, akhirnya saya pilih dress code bertema barista bernuansa Islami. Sebut saja barista syariah.


Berangkat dari Jakarta pada Senin malam dalam kondisi terburu-buru, pakaian yang sudah saya siapkan ternyata ketinggalan. Entah di mana. Mungkin di kantor. Mungkin di taksi. Mungkin di rumah. Saya belum ingat.

Tapi Surabaya bukan kota yang asing buat saya. Dulu, pernah tinggal di sini 3 tahun. Pertama tahun 1991-1993. Menjadi wartawan "Jawa Pos". Kedua tahun 1998-1999. Saat menangani harian "Suara Indonesia" yang sekarang bernama "Radar Surabaya".

Dalam penerbangan Garuda, saya putuskan untuk membeli perlengkapan itu di Surabaya. Pagi-pagi sebelum acara. Toh pembukaan baru dilaksanakan pukul 19:00. Masih ada waktu.

Pukul 06:00 saya sudah kelayapan. Naik ojek. Ke Pasar Keputran, lalu ke Pasar Blauran dan akhirnya ke Pasar Turi. Ternyata belum banyak toko pakaian yang buka.

Beruntung tukang ojeknya baik. Dia punya referensi tempat bagus yang sudah buka sejak habis subuh. Lokasinya di belakang gedung Bank Indonesia. "Semua ada di situ. Tapi kelas kaki lima," katanya.

Benar saja. Sampai di sana, sudah ada sekitar 30 pedagang yang buka lapak. Jualannya macam-macam. Dari baju dalam sampai peci.

Celana panjang warna hitam merk Cardinal di sini harganya Rp 85.000. Saya beli 2 potong. Setelah diskon menjadi Rp 150.000.

Pindah ke kios sebelahnya, saya mendapat peci hitam. Harga Rp 20.000. Saya tidak menawar. Cukup dengan menyodorkan selembar uang Rp 10.000 dan selembar Rp 5.000. Pedagang itu tidak menolak. Langsung ambil bungkus plastik.

Di sebelahnya ada pedagang celemek. Eh, kalau buat barista namanya apron. Harganya Rp 125.000. Saya tidak tawar. Selembar uang Rp 100.000 yang saya sodorkan langsung disambar.

Baju koko putih ada di lapak sebelahnya lagi. Harganya Rp 150.000. Dengan teknik yang sama, kena dengan harga Rp 75.000. "Penglaris, penglaris," kata pedagang itu sambil mengipaskan tiga lembar uang saya itu ke barang dagangannya.

"Diantar kemana lagi Mas?" tanya tukang ojek itu.

"Hotel JW Marriot," jawab saya.

"Serius? Memang menginapnya di sana?" tanya tukang ojek itu.

"Iya. Memang menginap di sana," jawab saya.

"Heran saja saya. Menginapnya di hotel bertarip jutaan kok belanja bajunya di pinggir jalan?" tanya tukang ojek itu sambil memperhatikan saya dari kepala hingga kaki.

"Sstt.... rahasia. Saya sedang menyamar," jawab saya. Tukang ojek itu tambah bingung tampaknya.

Nah, sekarang dress code saya sudah komplit. Sudah siap tampil di Paviliun Ciburial, Stand Bank Indonesia. Yang mau foto bareng atau minta tanda tangan (jiaaah kayak artis saja) bisa datang ke Grand City Mall lantai 4 mulai Rabu pagi.

Anda bisa membeli produk kukusan bambu #Ceeburial atau sekedar minum kopi gratis bikinan barista syariah. Sampai jumpa. [***]

*Penulis adalah praktisi siaran langsung.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya