Berita

Foto/Net

Pasukan Oranye Cuma Kontrak, Kerjanya Masuk Gorong-gorong

Risikonya Banyak
SELASA, 11 DESEMBER 2018 | 10:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Minggu (9/12) pagi lalu, 12 petugas Penanganan Prasa­ran dan Sarana Umum (PPSU), sudah beraktivitas di sepanjang jalur lambat kawasan Galur, Jakarta Pusat.

Doglas dan kawan-kawan dari "pasukan oranye" itu sedang membuka penutup selokan. Mereka bergantian masuk ke dalam gorong-gorong. Membersihkan sampah-sampah dan lumpur yang menyumbat got. Mereka membawa karung-kar­ung plastik, sekop, dan peralatan lainnya untuk membersihkan got.

Doglas adalah Koordinator PPSU untuk pekerjaan hari itu. Sebenarnya, pekerjaan pember­sihan got di wilayah itu bukanlah pekerjaan yang menjadi tang­gung jawab PPSU.


"Kami diperintahkan ke sini, ya kami bekerja di sini pagi ini. Kalau sudah selesai nanti, kami akan menunggu arahan bos, mau pindah ke mana lagi," tuturnya, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.

Setiap hari, Doglas memiliki 45 orang pasukan oranye yang bekerja dalam 3 shift. Lama bekerja per hari 8 jam. Timnya kebagian bekerja mulai jam 9 pagi hari itu. "Kalau pekerjaan begini tidak setiap hari. Biasanya sekali seminggu saja," akunya.

Pekerjaan membersihkan got-got sebenarnya tugas "pasukan biru" Sumber Daya Air atau Dinas Tata Air. Namun, sehari-harinya pekerjaan itu dilimpahkan ke pasukan oranye. Pasukan biru, biasanya hanya mengangkati tumpukan-tumpu­kan sampah dan lumpur yang sudah digali dan dikumpulkan pasukan oranye dari dalam got.

"Tidak semua PPSU mau mengerjakan pekerjaan ini. Meski ada tambahan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, kalau mau," ujar pria yang pergi bekerja menggunakan vespa itu.

Dia dan timnya kebanyakan tinggal di daerah Tanah Tinggi, Kelurahan Galur, Jakarta Pusat. Doglas bersama istri dan dua orang anaknya mengontrak ru­mah di daerah itu. Standar gaji mereka Rp 3,6 juta per bulan. Mereka juga mendapat fasilitas jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKesehatan).

PPSU bekerja dengan sistem kontrak. Kontraknya ada tiga jenis. Yakni kontrak 3 bulan. Kemudian diperpanjang dengan kontrak 6 bulan, dan kontrak 1 tahun. "Bulan ini sedang ada rekrutmen PPSU. Anak-anak lama diminta registrasi ulang. Tergantung Pak Lurah. PPSU mana saja yang dievaluasi dan dianggap bisa melanjutkan kon­trak lagi," ujar Doglas.

Menurut dia, banyak orang be­rebut mau bekerja sebagai PPSU. Namun, soal risiko pekerjaannya tidak sama. Sebab, kalau seperti timnya yang mau masuk gorong-gorong, biasanya ada prioritas. "Tak semua mau masuk gorong-gorong," katanya.

Selain berisiko tersengat aliran listrik, membersihkan got atau selokan dengan masuk ke gorong-gorong juga dihadang risiko lainnya. Udara yang tidak sedap pasti terasa di da­lam gorong-gorong. Paru-paru dan pernafasan rentan sakit. Termasuk risiko penyakit kulit dan kuman-kuman berbahaya di dalam got. Hingga zat-zat dan gas beracun dari sampah dan kotoran.

Soal kesejahteraan, menurut Doglas, gaji Rp 3,6 juta per bulan tentu tak mencukupi kebutuhan keluarga, bayar sewa kontrakan dan makan sehari-hari. "Kita berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan gaji kami. Juga menyediakan tunjungan-tunjangan," pin­tanya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya