Berita

Pengamanan di Swiss/Reuters

Global

Kubu Pemerintah Dan Houthi Bertemu Di Swedia, Yaman Selangkah Menuju Perdamaian

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 22:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Delegasi dari pemerintah Yaman yang didukung Saudi berangkat ke Swedia pada hari Rabu (5/11)  untuk menghadiri pembicaraan damai dengan anggota kelompok Houthi.

Ini merupakan langkah terbaru yang dilakukan kedua belah pihak untuk mengakhiri perang yang telah membawa kehancuran ekonomi dan kelaparan di Yaman.

Delegasi Houthi tiba di sana pada hari Selasa, setelah gagal muncul untuk pembicaraan sebelumnya di Jenewa pada bulan September lalu.


Salah satu wakil dari pemerintah yang diakui secara internasional, Abdullah al-Alimi, menyatakan di akun Twitternya bahwa itu adalah kesempatan baik untuk mencapai perdamaian.

Untuk diketahui, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang merupakan pemimpin koalisi dukungan Barat yang memerangi kaum Houthi untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, ingin keluar dari perang yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Dikabarkan Reuters, sekutu Barat, yang menyediakan senjata dan intelijen untuk koalisi, telah meningkatkan tekanan pada mereka untuk menemukan cara untuk mengakhiri konflik yang menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari delapan juta orang menghadapi kelaparan.

Aliansi pimpinan Saudi sendiriikut campur dalam perang saudara pada tahun 2015 setelah gerakan Houthi menggulingkan pemerintah Hadi dari ibukota Yaman Sanaa pada tahun 2014, tetapi telah menghadapi kebuntuan militer sejak merebut pelabuhan selatan Aden. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya