Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cabai Mahal, Banten Alami Inflasi 0,40 Persen Pada November

RABU, 05 DESEMBER 2018 | 10:19 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, terjadi inflasi sebesar 0,40 persen di provinsi Banten sepanjang November. Inflasi itu dipicu naikanya harga cabai merah, sewa rumah, BBM, bawang merah dan telur ayam ras.

Kepala BPS  Banten Agoes Soebeno menyebut, sepanjang November 2018, harga barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat, secara umum mengalami kenaikan.

Hal itu terlihat dari meningkatnya indeks harga konsumen (IHK) dari 141,75 pada Oktober menjadi 142,31 pada November. Artinya kenaikan indeks (inflasi) sebesar 0,40 persen.


“Dengan kenaikan ini, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,77 persen, sedangkan inflasi year on year (IHK November 2018 terhadap November 2017) tercatat sebesar 3,49 persen,” ujar Agoes seperti dilansir RMOL Banten, Rabu (5/12)

Agoes menjelaskan,  berdasarkan wilayah, inflasi di Kota Serang 0,47 persen, Kota Cilegon sebesar 0,35 persen dan Kota Tangerang sebesar 0,39 persen.

"Rincian lengkapnya adalah 173 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 64 komoditas mengalami penurunan harga,” ungkapnya.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi terdiri atas kelompok bahan makanan sebesar 0,130 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,125 persen. Kemudian, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,057 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,050 persen kelompok.

Selanjutnya,  kelompok kesehatan sebesar 0,028 persen, kelompok sandang sebesar 0,003 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi serta olahraga mengalami kenaikan sebesar 0,002 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama November 2018 antara lain cabai merah, kentang, biaya check up, bawang merah, dan sosis daging ayam. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga paling banyak antara lain adalah sawi putih, diapers, tengiri, kacang tanah dan melon.[yls]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya