Berita

Arief Poyuono/RMOL

Politik

Di Era Jokowi, BUMN Jadi Sarang Politik Balas Budi

SELASA, 04 DESEMBER 2018 | 15:26 WIB | LAPORAN:

. Beberapa BUMN dipimpin oleh orang yang tidak kompeten bidangnya. Hal itu karena politik balas budi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap para aktivis yang sebenarnya tidak kompeten dan parahnya lagi pengangguran.

"Memang banyak kepentingan di BUMN. Saya setuju ada komisaris BUMN yang dari tim pemenangan Jokowi. Tapi itulah fakta (tidak kompeten)," kata Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

  Dalam diskusi bertajuk "Pengelolaan BUMN di Era Pemerintahan Joko Widodo", Arief menegaskan, kepentingan politik Jokowi itu seakan memaksa Menteri BUMN Rini Soemarno yang berwenang untuk menempatkan para aktivis sebagai pemimpin di BUMN.


"Ketika dia (Jokowi) sudah menang, ini ditempatkan di BUMN. Kita harus terima kenyataan bahwa aktivis pendukung Jokowi ini adalah pengangguran, yang setelah menang ya masuk BUMN," sesal Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

"Memang pengangguran, Eko Sulistyo, Fadjroel Rachman, kalau saya kan pekerja. Kalau para aktivis itu kan pengangguran," tambah Arief Poyuono.

Diakuinya bahwa kemampuan dirut dan komut yang buruk memang tidak berpengaruh besar terhadap kinerja BUMN tersebut.

Arief menegaskan, jika nanti pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menang Pilpres 2019, praktik semacam ini akan dihapuskan.

"Nanti kalau Pak Prabowo menang saya jamin itu akan saya tahan. Saya akan cari komisaris yang bisa bekerja," pungkasnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya