Berita

Reuni 212/Net

Publika

Umat Islam Harus Berterima Kasih Pada Rezim Saat Ini

SENIN, 03 DESEMBER 2018 | 10:34 WIB

APA yang saat ini umat Islam Indonesia lihat dan rasakan, bahkan umat non Islam yang masih memiliki nurani kemanusiaan hari ini ikut merasakan, seharusnya berterimakasih pada rezim ini, kenapa?

Pertama, rezim ini telah dengan bangga mendapatkan amanah untuk berkuasa dari rakyat Indonesia, tapi khianat atas amanah yang diberikan dan bohong akan janjinya, kita berterima kasih pada rezim ini, karena sudah memperlihatkan  wajah asli munafiknya, sehingga kita bisa mengetahui dari sekarang, supaya di tahun 2019 kita tarik kembali amanah itu, sehingga tidak memperpanjang penderitaan kita dan anak cucu kita di masa yang akan datang.

Kedua, rezim ini sudah berhasil memperlihatkan wajah orang yang mengaku umat Islam, tapi malah memperlakukan umat Islam, para ulama, ustad, kiai dan habaib dengan perlakuan tidak pantas bahkan mengkriminalisasi mereka, umat Islam harus berterima kasih pada rezim ini, supaya 2019 wajah yang mengaku umat Islam ini kita singkirkan untuk menjaga umat saat ini dan anak cucu Indonesia dari genggaman kaum munafik, kalau masih bisa diselamatkan, kita ingatkan ke mereka bahwa orang tua mereka sedih dan anak cucunya malu punya orang tua yang tercatat dalam sejarah menyakiti kaumnya sendiri.


Ketiga, kita juga telah disadarkan dengan setiap perlakuan, kebijakan dan hinaan pada umat Islam dengan kolaborasi yang membuat orkestra yang dasyat dari rezim ini, pengusaha jahat, pemilik dan redaksi media, lembaga survei dan backing vokal para cebongers, sehingga orkestra mereka malah menyadarkan umat Islam bahwa perjuangan mendirikan bangsa Indonesia direbut oleh para pahlawan dengan darah, air mata dan nyawa umat Islam harus segera diselamatkan, maka kita berterima kasih pada rezim ini, yang telah menyadarkan umat islam untuk bersatu dan berjuang kembali menyelamatkan negeri ini dari para petualang yang merusak arti kemerdekaan, keadilan dan persatuan serta keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saat ini umat islam hadir untuk mengingatkan pada bangsa ini, bahwa kita lah kaum mayoritas yng harus jadi tuan di rumahnya sendiri, dan kita akan perlakukan kaum minoritas dengan terhormat sebagaimana Rasulullah memberikan teladan dalam memperlakukan kaum non islam

Keempat, kita harus berterimakasih pada rezim ini, bahwa dengan situasi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang ini telah menyadarkan umat Islam, bahwa negeri ini tidak boleh dikelola dengan kebijakan yang pada akhirnya menyengsarakan kita dan mengancam anak cucu kita dari beban utang, cengkraman China yang di negerinya sendiri telah menyiksa penduduknya yang beragama Islam dan kebijakkan yang hanya menguntungkan segelintir orang yang memberikan modal untuk membuat rezim ini berkuasa.

Kelima, umat Islam harus berterimakasi pada rezim ini, karena kita bisa melihat banyak pejabat yang ternyata di samping nuraninya gelap dan juga otaknya rusak, terakhir menghitung jemaah yang hadir dalam Reuni Alumni 212 saja berjumlah 40 ribuan, sementara media asing pun mengatakan jutaan umat.

Keenam, kita harus berterima kasih pada rezim ini, karena menjadi lawan dalam kompetisi politik sesuai konstitusi sehingga memberikan kemenangan yang InsyaAllah akan kita rebut 2019, selama diselenggarakan dengan jujur dan adil, kalaupun tidak juga rezim ini bisa sportif, percayalah Allah SWT akan menolong kita seperti Pilgub DKI Jakarta 2017, sehebat apapun skenario jahat, kemenangan yang nyata tetap kita raih bahkan menjadi kemenangan yang indah.

Sekali lagi, umat Islam berterima kasihlah pada rezim ini karena telah menguatkan, menyadarkan dan menyatukan kita, jika mereka mulai mencari sekoci, kita rangkul mereka tapi jika tidak juga sadar, 2019 kita kumpulkan mereka di satu pulau supaya tetap bisa memainkan orkestra kebanggan mereka dengan alasan melaksanakan hak azasi manusia. [***]

Mulyadi
Ketua Komunitas Selamatkan Anak Cucu Indonesia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya