Berita

Ilustrasi/Net

Global

Meksiko, Kanada Dan AS Teken Perjanjian Dagang Pengganti NAFTA

JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 | 23:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian perdagangan Amerika Utara yang baru pada hari ini (Jumat, 30/11).

Penandatangan dilakukan setelah serangkaian perdebatan atas rincian akhir kecepakatan.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendatangani perjanjian itu di Buenos Aires, Argentina di mana mereka juga akan menjadi bagian dalam KTT G20.


Mereka akhirnya satu suara pada kesepakatan prinsip untuk mengatur lebih dari triliunan dolar perdagangan timbal balik setelah satu tahun setengah negosiasi sengit berakhir.

Pasca penandatanganan perjanjian ini, para legislator dari ketiga negara masih harus menyetujui perjanjian yang secara resmi dikenal sebagai Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), sebelum diberlakukan dan menggantikan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Juru bicara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau hanya mengkonfirmasi kehadiran Trudeau sebelum menandatangani kesepakatan yang dia sebut sebagai "NAFTA Baru". Trudeau mengatakan kepada Trump bahwa keduanya harus terus bekerja sama untuk menghilangkan tarif baja dan aluminium.

Trump diketahui telah berjanji untuk merubah NAFTA selama kampanye pemilihan presiden tahun 2016. Dia mengancam akan merobeknya dan menarik Amerika Serikat sepenuhnyadari perjanjian itu. Demikian seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya