Berita

Zainal Bintang/Net

Politik

Zainal Bintang: Naif, Ahmad Basarah Menjelekkan Pemimpin Bangsa Sendiri

JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 | 09:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Anggota Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Zainal Bintang ikut menanggapi pernyataan Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah yang dinilai memojokkan Presiden kedua RI Soeharto dengan tuduhan sebagai guru korupsi.

"Wajar dong jika hal itu memantik suhu politik menjadi panas," kata Zainal Bintang, Jumat (29/11).

Secara pribadi, dia masih kurang percaya kalau Basarah berkata seperti itu. Sebab menyerang Soeharto dengan kata-kata yang kasar begitu, itu kurang arif dan tidak berdasar. Wajar jika ada resikonya, yaitu adanya reaksi keras dari kader dan petinggi Partai Berkarya pimpinan Tommy Soerharto.


Menurut mantan kader senior Partai Golkar itu, bukan cuma keluarga besar Partai Berkarya yang marah. Tentu banyak juga rakyat marah, karena tidak nyaman oleh ujaran kebencian yang dilontarkan tanpa dasar yang ditujukan kepada mantan pemimpin bangsa.

Ketika Soeharto berkuasa, bisa saja memang terjadi kesalahan kebijakan. Namanya juga manusia biasa tidak luput ari kehilafan. Namun demikian tentu ada juga segi-segi kebaikannya kepada bangsa ini yang tidak boleh dinafikan atau dilupkan begitu saja.

"Itu namanya tidak adil," tegas Zainal Bintang, sembari menambahkan, Soeharto pun sudah menerima hukuman sosial dengan melepas jabatannya di tengah jalan.

Terhadap adanya ucapan yang menuduh Soeharto sebagai guru korupsi, itu sangat naif. Cara berpolitik dengan menyerang lawan politik secara serampangan itu namanya ortodoks.

"Itu pertanda ketidak matangan sebagai politisi," kata Zainal Bintang lagi.

Tindakan menyerang kehormatan seorang tokoh bangsa bukan sikap yang positif untuk membesarkan bangsa. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

Mengapa para politisi beken itu tidak mengangkat isu keterbelakangan minimnya fasilitas kesehatan, misalnya.  Sehingga menimbulkan busung lapar. Tugas utama seorang politisi sejati itu adalah mencerdaskan rakyat. Bukan sebaliknya menjejali rakyat dengan intrik, fitnah dan ujaran kebencian, politisi yang demikian itu adalah perusak bangsa.

"Tidak ada tempat baginya di negeri ini," demikian Zainal Bintang. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya